Bambu Selaawi Dipoles, Siap Bersaing di Pasar Global

Bambu Selaawi Dipoles, Siap Bersaing di Pasar Global

Hakim Ghani - detikJabar
Senin, 27 Apr 2026 16:26 WIB
A bamboo forest is seen in Yichang, Hubei province, China, Oct 23, 2022. Chinas existing bamboo forest area exceeds 100 million mu, the annual output value is nearly 350 billion yuan, more than 15 million employees, the average annual income of bamboo farmers in key bamboo production areas is more than 5,000 yuan. The bamboo industry is an environmentally friendly, low-carbon and sustainable development industry, an ecological industry to build a beautiful China, a green industry to promote the harmonious coexistence of man and nature, and an industry to enrich the people and help rural revitalization. (Photo credit should read CFOTO/Future Publishing via Getty Images)
Ilustrasi bambu (Foto: Future Publishing via Getty Imag/Future Publishing)
Garut -

Kecamatan Selaawi, Kabupaten Garut ditetapkan sebagai salah satu kawasan Perdesaan Prioritas dengan komoditas unggulan bambu oleh Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM). Kawasan ini dinilai memiliki potensi ekonomi lokal yang kuat.

Untuk merealisasikannya, Kemenkop PM menggelar program Gebrak Bambu atau Gerakan Bersama Akselerasi Bangun Masyarakat Berdaya dan Unggul. Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Selaawi, 27-29 April 2026.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat Desa, Daerah Tertinggal dan Daerah Tertentu Kemenko PM Abdul Haris menuturkan, bambu merupakan komoditas strategis yang memiliki peluang besar di tingkat global.

"Nilai pasar bambu dunia pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 79,36 miliar US Dollar, dan diproyeksi akan terus meningkat hingga 115,3 USD dintahun 2030," ujarnya, Senin (27/4/2026).

ADVERTISEMENT

"Bambu bukan lagi sekadar bahan bangunan tradisional. Tetapi telah menjadi bagian dari industri hijau global," kata Haris menambahkan.

Kegiatan ini diikuti 38 perajin bambu dari 7 desa yang ada di Kecamatan Selaawi, Garut. Dari pelatihan ini, diharapkan terdapat diversifikasi produk, efisiensi proses produksi, hingga standarisasi kualitas.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Kemenko PM dengan Institut Pertanian Bogor dan Pemkab Garut. Dalam kegiatan ini, para perajin diajarkan beragam ramuan dan strategi jitu dalam industri pengolahan bambu.

"Melalui program ini, diharapkan Kecamatan Selaawi semakin berkembang sebagai usat industri bambu yang berdaya saing," pungkas Haris.




(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads