Kementrans Gandeng Unpad, Ubi Jalar Dibidik Masuk Pasar Global

Kementrans Gandeng Unpad, Ubi Jalar Dibidik Masuk Pasar Global

Dwiky Maulana Vellayati - detikJabar
Rabu, 22 Apr 2026 16:57 WIB
Mentrans Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara saat melakukan kunjungan kerja di Kampus Unpad Jatinangor, Rabu (22/4/2026).
Mentrans Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara saat melakukan kunjungan kerja di Kampus Unpad Jatinangor, Rabu (22/4/2026). (Foto: Dwiky Maulana Vellayati/detikJabar)
Sumedang -

Kementerian Transmigrasi (Kementrans) Republik Indonesia berkolaborasi dengan Universitas Padjadjaran (Unpad) untuk mengembangkan produk unggulan di kawasan transmigrasi, khususnya pada komoditas ubi jalar. Kolaborasi ini ditandai saat Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara melakukan kunjungan kerja di Unpad Jatinangor, Rabu (22/4/2026).

Iftitah mengatakan, kolaborasi ini akan difokuskan pada peningkatan kualitas dari budidaya hingga pengolahan produk yang bernilai tambah melalui proses industrialisasi. Langkah ini, lanjut dia sebagai implementasi apa yang menjadi arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto perihal swasembada pangan.

"Di Unpad ini ada pusat pengembangan ubi jalar, nah ini juga langsung kami respons dengan mendatangi Unpad. Yang terpenting dalam pembicaraan tadi kami adalah sebetulnya ketemu antara persoalan yang selama ini kami petakan," ujar Iftitah kepada awak media.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, dengan kolaborasi ini diharapkan dapat hasil yang positif seperti membuka peluang usaha, meningkatkan pendapatan, serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat di kawasan transmigrasi. Oleh karenanya, ia juga menilai perlu adanya kolaborasi antara pemerintah dengan perguruan tinggi yang memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi seperti di Unpad ini.

ADVERTISEMENT

"Transmigrasi itu kekuatannya memiliki lahan dan tenaga kerja, namun kita butuh ilmu pengetahuan dan teknologi. Saat ini kualitas ekspor hanya lima belas persen, dengan bantuan teknologi Unpad, bisa naik menjadi lima puluh persen untuk ekspor dan sisanya di hilirisasi menjadi tepung atau produk lain," katanya.

Iftitah menyampaikan, pihaknya juga akan mencari solusi terkait modal usaha investasi, serta pasar atau off taker. Apalagi, kata dia, untuk di komoditas ini sendiri telah memiliki pasar luar negeri seperti Korea Selatan dan Jepang.

"Untuk Unpad sendiri sebagai inisiator, dan untuk masyarakat, para petani yang pendapatannya nanti akan meningkat. Jadi kita akan coba lihat bisnis modelnya sehingga juga bisa menguntungkan dunia usaha yang ingin berinvestasi di ubi jalar ini," ungkapnya.

"Nah biasanya para petani itu hanya menanam ubi jalar setelah itu tidak tahu mau dikemanakan. Nah Unpad itu menginisiasi ternyata bisa dikirim untuk kebutuhan ekspor, tadi saya sampaikan Jepang dan Korea Selatan. Ini yang akan kami kawinkan antara kekuatan transmigrasi, lahan dengan transmigran tenaga kerjanya, dengan yang dimiliki oleh Unpad, tadi ilmu pengetahuan dan teknologi, kemudian permodalan, investasinya dari dunia usaha, dan off taker nya," lanjutnya.

Sementara itu, Rektor Unpad Arief Sjamsulaksan Kartasasmita menyampaikan program yang akan dikembangkan dari kolaborasi ini telah sejalan dengan konsep PRAISE (Padjajaran Center For Sweet Potato Research And Innovation Excellence) yang mengusung semangat seperti Centre of Excellence Patriot, yaitu membangun ekosistem inovasi yang mendukung riset, pengembangan, hingga hilirisasi produk secara berkelanjutan.

"Yang harapannya pusat ini akan menjadi suatu center yang dapat mengembangkan ubi jalar tidak hanya untuk Jawa Barat tapi untuk nasional. Tadi Pak Menteri sudah menyampaikan bahwa beliau siap untuk mensupport apa yang Unpad sedang kerjakan dengan nanti kerja sama dengan masyarakat di lahan transmigrasi," kata Arief.

Dalam kolaborasi ini, Arief berharap agar pengembangan dapat bisa lebih ditingkatkan sehingga akan memberi efek nyata bagi kepentingan masyarakat.

"Jadi mudah-mudahan ke depan kita dapat melakukan pembibitan atau riset di bidang bibit, dan bibit ini nanti akan dikembang luaskan, akan ditanam oleh masyarakat di tempat transmigrasi, sehingga akan menjadi nilai tambah untuk bibit itu sendiri, dan juga untuk ketahanan pangan nasional, sedangkan arahan Pak Presiden. Mudah-mudahan ini bisa menjadi contoh yang baik dan akan kita replikasi ke masa yang akan datang," pungkasnya.




(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads