Sosok Dua Dirjen Kemenkeu yang Dicopot Purbaya

Kabar Nasional

Sosok Dua Dirjen Kemenkeu yang Dicopot Purbaya

Anisa Indraini - detikJabar
Rabu, 22 Apr 2026 16:17 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan paparan saat konferensi pers APBN KiTa edisi Maret 2026 di Jakarta, Rabu (11/3/2026). Kementerian Keuangan melaporkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Februari 2026 mencapai Rp135,7 triliun atau setara 0,53 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/agr
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)
Jakarta -

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara resmi mengonfirmasi pemberhentian dua pejabat eselon I yang selama ini memegang kendali di pos-pos strategis Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Siapa saja mereka?

Identitas Dua Pejabat Senior

Dua sosok yang menjadi pusat perhatian dalam perombakan kali ini adalah pejabat karier senior yang memiliki tanggung jawab besar dalam pengelolaan anggaran dan strategi ekonomi negara.

  • Luky Alfirman: Menjabat sebagai Direktur Jenderal (Dirjen) Anggaran. Sebagai Dirjen Anggaran, Luky memegang peran krusial dalam menyusun, mengelola, dan mengawasi sirkulasi APBN nasional.
  • Febrio Nathan Kacaribu: Menjabat sebagai Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal. Sosoknya dikenal sebagai otak di balik perumusan kebijakan fiskal dan makroekonomi yang menjadi panduan arah ekonomi Indonesia.
  • Posisi Strategis: Keduanya merupakan pejabat eselon I, tingkatan tertinggi dalam birokrasi kementerian, yang memiliki pengaruh langsung terhadap kebijakan ekonomi nasional.

Kronologi Pemberhentian dan Masa Transisi

Proses pergantian kepemimpinan ini berlangsung cepat namun terukur guna memastikan tidak ada kekosongan fungsi pelayanan di tubuh Kemenkeu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

  • Waktu Aktif: Keputusan pemberhentian ini secara efektif sudah mulai berjalan sejak Selasa, 21 April 2026.
  • Pengisian Pelaksana Harian (Plh): Untuk menjamin roda organisasi tetap berputar, Purbaya segera menunjuk Plh guna memimpin operasional di kedua direktorat jenderal tersebut.

"(Dirjen Anggaran serta Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal diganti?) Iya, sudah dikasih Plh sekarang. Dari kemarin sore sudah aktif," tutur Purbaya saat ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, Rabu (22/4/2026), sebagaimana diberitakan detikFinance (baca selengkapnya di sini).

Masa Depan Karier

Meski telah diberhentikan dari jabatan Dirjen, Luky Alfirman dan Febrio Nathan Kacaribu tidak serta merta meninggalkan kementerian. Pihak kementerian sedang menyiapkan langkah karier selanjutnya bagi kedua pejabat senior tersebut.

ADVERTISEMENT
  • Pengkajian Kompetensi: Menteri Keuangan menegaskan bahwa saat ini tim internal sedang melakukan pengkajian untuk menentukan posisi baru yang akan ditempati oleh Luky dan Febrio.
  • Kesesuaian Posisi: Penentuan jabatan baru nantinya akan sangat bergantung pada kompetensi masing-masing individu agar tetap dapat berkontribusi optimal bagi negara.

"Istirahat dulu. Nanti dicari tempat yang pas buat mereka," ucap Purbaya.

Tiga Kursi Kosong dan Proses Seleksi Nasional

Pemberhentian Luky dan Febrio menambah deretan panjang kekosongan jabatan eselon I di Kementerian Keuangan. Saat ini, terdapat tiga posisi vital yang harus segera diisi oleh personel tetap.

  • Daftar Kekosongan: Selain posisi Dirjen Anggaran serta Dirjen Strategi Ekonomi dan Fiskal, kursi Dirjen Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan juga masih kosong setelah sebelumnya ditinggalkan oleh Masyita Crystallin.
  • Seleksi Kandidat: Penyeleksi sedang melakukan proses seleksi untuk mencari kandidat terbaik yang akan mengisi ketiga jabatan strategis tersebut guna menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Menanti Restu Presiden Prabowo Subianto

Proses transisi ini tidak berhenti di tingkat kementerian saja, melainkan harus melewati mekanisme kenegaraan yang melibatkan pimpinan tertinggi negara.

  • Persetujuan Presiden: Nama-nama kandidat yang terjaring dalam proses seleksi nantinya akan diajukan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto untuk mendapatkan persetujuan akhir.
  • Target Waktu: Purbaya menargetkan seluruh proses transisi ini, mulai dari pengajuan hingga pelantikan, dapat rampung pada bulan depan.

"Nanti sekalian diajukan ke presiden, jadi sekaligus. Mungkin awal Mei atau pertengahan Mei," ujar Purbaya.




(bbp/bbp)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads