Pemerintah memastikan tidak ada kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi maupun nonsubsidi pada 1 April 2026. Hal tersebut memberikan angin segar bagi warga Kota Bandung, khususnya pengguna BBM jenis Pertamax.
Pantauan detikJabar, Selasa (31/3/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, tidak terlihat antrean kendaraan yang berarti di tiga SPBU yang berlokasi di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Bandung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Adapun antrean mobil di SPBU dekat lampu lalu lintas Buahbatu, Kecamatan Bandung Kidul, terjadi karena area SPBU yang sempit. Akibatnya, saat lebih dari lima mobil mengantre, ekor antrean memanjang hingga ke jalan raya.
Salah satu pengguna Pertamax, Ratna (35), mengaku belum mengetahui pengumuman pemerintah mengenai batalnya kenaikan harga BBM nonsubsidi. Sebelumnya, ia hanya mendengar isu bahwa harga Pertamax akan naik besok.
"Belum tahu, belum baca berita. Tapi saya ini isi BBM sesuai kebutuhan saja, enggak panik," kata Ratna.
Jika harga Pertamax dan jenis nonsubsidi lainnya tidak jadi naik, Ratna mengaku bersyukur.
"Ya alhamdulillah, kebetulan saya isi Pertamax juga, semoga beritanya benar dan tidak naik," ujar Ratna.
Ratna menyebutkan bahwa ia biasanya mengisi Pertamax untuk mobilnya seminggu sekali, tergantung pada intensitas pemakaian.
"Rumah di Bojongsoang, kerja di Gedebage. Isi BBM di mana saja, kan di jalan ini banyak SPBU," tuturnya.
Kabar batalnya kenaikan BBM juga disambut baik oleh Yopi (28). Pengendara ojek online (ojol) itu juga baru mengetahui bahwa harga Pertamax dan jenis lainnya tidak mengalami penyesuaian.
"Ya baru tahu kabar itu. Semoga gak ada kenaikan, terutama buat Pertalite," ujarnya.
Yopi berujar bahwa setiap hari ia membeli BBM jenis Pertalite sebanyak 2-3 liter.
"Biasa sih beli Rp30 ribu, atau Rp20 ribu, tergantung kebutuhan dan pendapatan juga. Kalau lagi bagus ya Rp30 ribu, kalau lagi gak bagus Rp20 ribu, kalau kurang nanti biasanya beli lagi," ungkapnya.
Yopi berharap pemerintah tidak menaikkan harga BBM, terutama jenis subsidi.
"Ya harapan gitu, nggak naik, kasihan buat saya rakyat kecil yang setiap hari mencari nafkah di jalan dan mengandalkan BBM buat motor," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memastikan Pertamina tidak akan menaikkan harga BBM subsidi maupun nonsubsidi.
Prasetyo menyatakan telah ada koordinasi antara pemerintah, Kementerian ESDM, dan Pertamina atas petunjuk Presiden Prabowo Subianto. Koordinasi itu dilakukan agar setiap keputusan yang diambil mengedepankan kepentingan masyarakat luas. Hasilnya, Pertamina menyatakan belum akan melakukan penyesuaian harga BBM subsidi maupun nonsubsidi.
"Oleh karena itulah Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM nonsubsidi," tegas Prasetyo dikutip dari detikcom.
(wip/sud)










































