Rumor kenaikan harga BBM (bahan bakar minyak) per 1 April 2026, merebak di sebagian warga Tasikmalaya. Hal ini membuat sejumlah warga memutuskan untuk membeli BBM dan mengisi penuh tangki kendaraannya. Tak heran jika di beberapa SPBU di Kota Tasikmalaya, terjadi antrean kendaraan.
"Jongjon sudah full tank (tenang, sudah isi penuh), soalnya ada kabar harga BBM mau naik. Saya lihat di medsos," kata Maman Suryaman, (39) usai mengisi BBM di SPBU Jalan RE Martadinata Tasikmalaya, Selasa (31/3/2026) siang.
Meski pengguna sepeda motor dengan BBM bersubsidi, Maman mengaku dengan mengisi penuh sekarang, maka seandainya BBM naik, dia bisa sedikit berhemat.
"Ya memang kalau sepeda motor pakai Pertalite, beli Rp50 ribu juga sudah luber. Tapi kalau besok harganya naik, kan lumayan," kata Maman sambil mengatakan sekali isi penuh BBM, cukup bagi dirinya untuk beraktivitas satu minggu.
"Kalau bisa harga BBM jangan sampai naik, apalagi untuk BBM subsidi. Masalahnya bisa berpengaruh ke mana-mana, semua harga-harga pasti ikut naik," kata Maman.
Sementara itu, Ketua DPC Hiswana Migas Priangan Timur, Sigit Wahyu meminta masyarakat menyikapi rumor kenaikan harga BBM dengan bijaksana.
"Sikapi informasi dengan bijak, kita harus memahami alur penetapan harga BBM seperti apa," kata Sigit.
Dia menegaskan informasi proyeksi kenaikan harga BBM merupakan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
"Informasi proyeksi kenaikan harga BBM yang beredar tidak dapat dipertanggungjawabkan, hingga saat ini belum ada pengumuman resmi mengenai harga per 1 April 2026," kata Sigit.
Terkait keresahan yang mulai menggejala di kalangan masyarakat, Sigit meminta masyarakat tetap fokus menggunakan BBM dengan bijak dan sesuai kebutuhan.
"Gunakan energi dengan bijak, tidak perlu resah, kemudian dapatkan informasi hanya melalui saluran resmi," kata Sigit sambil menegaskan pasokan dan stok BBM di wilayahnya tetap lancar.
(sud/sud)