Dua SPBU di Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) dipadati antrean yang mengular hingga ke bahu jalan. Padatnya antrean diduga imbas adanya isu kenaikan harga hingga kelangkaan BBM.
Pantauan detikSulsel di lokasi, Selasa (31/3/2026) sejumlah mobil tampak mengantre hingga ke bahu jalan di SPBU Pertamina Panaikkang dan SPBU Pertamina Racing di Jalan Urip Sumoharjo sekitar pukul 19.00 Wita. Meski demikian, antrean tersebut tidak menimbulkan kemacetan dan arus lalu lintas berarti di sekitar SPBU.
Mayoritas antrean didominasi oleh mobil pribadi dan kendaraan bermotor. Mereka tampak mengantre untuk mengisi BBM jenis pertalite.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu pengemudi bernama Durrahman mengaku rela mengantre di SPBU karena mendengar isu kelangkaan BBM. Ia mengatakan dirinya baru mengantre 15 menit dan mendapati kondisi di SPBU telah dipadati kendaraan hingga ke bahu jalan.
"Iya makanya saya isi, karena istri saya dengar bahwa ada kelangkaan BBM," tutur Durrahman saat mengantre BBM di SPBU Panaikang.
Durrahman mengaku meski mobilnya masih memiliki bahan bakar yang cukup, namun ia memilih tetap mengisi tangki mobilnya dengan pertalite hingga penuh. Ia berdalih langkah tersebut sebagai antisipasi akibat adanya isu kelangkaan BBM.
"Iya (mau isi full), karena kan mau dipake juga sehari-hari. Paling tinggi Rp 250 ribu sampai Rp 300 ribu lah saya mau isi," tuturnya.
Ia juga mengaku belum mengetahui secara pasti kebijakan pemerintah terkait stok BBM yang masih aman hingga tidak adanya kenaikan harga. Meski begitu, ia menilai langkah antisipasi tetap perlu dilakukan, mengingat kondisi di sejumlah SPBU yang terlihat padat oleh antrean kendaraan.
"Itu yang kita harapkanlah, saya rasa kalau pemerintah sudah ngomong stok terjamin dan tidak ada kenaikan harga begini, itu pasti (aman). Mudah-mudahanlah, itu yang kita minta dari pemerintah bahwa BBM itu tidak langka," harapnya.
Sementara itu pengemudi lain bernama Petrus mengaku mengantre BBM karena mendengar isu kenaikan harga yang akan diterapkan besok (1/4). Ia mengaku melihat informasi tersebut dari media sosial Facebook pada Senin (30/3) malam.
"Saya dengar besok Pertalite itu sudah harga Rp 14.000 an kalau tidak salah, di media sosial itu (berlaku) bulan empat besok," ucapnya.
Petrus mengaku ia akan mengisi tangki kendaraannya dengan BBM subsidi jenis pertalite hingga penuh sebagai antisipasi. Ia pun mengaku pasrah jika memang terjadi kenaikan BBM.
"Ini mau naik kan tetap juga kita beli, tidak mungkin kita mau lari ke mana, tetap kita beli karena cuman bahan bakar itu saja yang dipakai. (BBM) ini untuk operasional kan, kalo kita tidak isi lumpuh pekerjaan," imbuhnya.
Senada dengan Durrahman, Petrus juga mengaku belum mengetahui ketetapan pemerintah terkait tidak adanya kenaikan harga BBM. Namun, ia berharap hal tersebut benar adanya sehingga masyarakat tidak perlu kesulitan karena harga BBM yang naik.
"Belum baca, kita sibuk dengan pekerjaan jadi tidak perhatikan (berita). Tapi kalau memang tidak naik syukurlah, kita bersyukur jadi masih tetap harganya," tutupnya.
Pemerintah Pastikan Tak Ada Kenaikan Harga
Dilansir dari detikFinance, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan Kementerian ESDM dan Pertamina sudah melakukan koordinasi atas petunjuk Presiden Prabowo Subianto. Koordinasi itu dilakukan agar setiap keputusan bisa diambil mengedepankan kepentingan masyarakat luas.
"Oleh karena itulah Pertamina menyatakan bahwa Pertamina belum akan melakukan penyesuaian harga baik untuk BBM subsidi maupun BBM nonsubsidi," tegas Prasetyo dalam keterangannya, Selasa (31/3).
Prasetyo berharap dengan pernyataan ini masyarakat dapat mendapatkan informasi yang lebih jelas, yang lebih akurat. Masyarakat juga diimbau tidak panik atas isu kenaikan harga BBM.
"Kami berharap masyarakat tidak perlu panik, tidak perlu resah karena ketersediaan BBM kami jamin. Kita jamin, dan harga tidak terjadi penyesuaian," tegas Prasetyo.
(asm/hsr)











































