Uniknya Lembur Kaheman, Pos Mudik Bambu di Nagreg Bernuansa Sunda

Uniknya Lembur Kaheman, Pos Mudik Bambu di Nagreg Bernuansa Sunda

Yuga Hassani - detikJabar
Rabu, 18 Mar 2026 11:00 WIB
Suasana Pos Terpadu Lembur Kaheman Kilometer 36 Jalan Raya Nagreg, Kabupaten Bandung.
Suasana Pos Terpadu Lembur Kaheman Kilometer 36 Jalan Raya Nagreg, Kabupaten Bandung. (Foto: Yuga Hassani/detikJabar)
Bandung -

Embusan angin dan udara sejuk menyelimuti wilayah Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung. Deru mesin roda dua dan empat mulai ramai melintas dengan barang bawaan tambahan.

Perasaan letih biasanya menghinggapi pengendara yang telah menempuh perjalanan jauh. Tak jarang, mereka memilih beristirahat dan memulihkan stamina di Pos Pengamanan yang disediakan kepolisian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemandangan berbeda kali ini terpancar pada bangunan Pos Terpadu Operasi Ketupat Lodaya 2024 yang berada di Kilometer 36 Jalan Raya Nagreg, Kabupaten Bandung. Nuansa bangunan itu tampak lebih tradisional dengan dominasi material bambu.

Wajah baru Pos Terpadu itu diberi nama Lembur Kaheman Polresta Bandung. Pos tersebut bukan hanya sekadar pusat pengamanan, melainkan juga menjadi ruang istirahat yang nyaman bagi pemudik yang melintas di Kabupaten Bandung.

ADVERTISEMENT

Pos Terpadu tersebut untuk pertama kalinya didirikan di wilayah Nagreg. Sebelumnya, Pos Terpadu kerap dibangun di wilayah Cileunyi.

"Itu analisanya adalah karena memang potensi kendaraan yang padat di sana (Nagreg). Sehingga kami dirikan di sana agar pergerakan personel serta masyarakat yang akan mudik itu lebih melihat adanya pos di sana," ujar Kapolresta Bandung Kombes Aldi Subartono, belum lama ini.

Aldi mengungkapkan, pos tersebut dibangun dengan konsep filosofi budaya Sunda, Lembur Kaheman. Filosofi ini diharapkan mampu membangkitkan rasa kekeluargaan bagi masyarakat yang singgah.

"Tujuannya, pertama agar lebih dekat lagi masyarakat dengan polisi. Kedua mengingatkan kita semua bahwa ini adalah budaya leluhur yang harus kita lestarikan. Sehingga konsepnya itu yaitu kalau kita lihat ya ada semacam gubuk-gubuk," katanya.

Menurutnya, konsep tersebut bertujuan mengingatkan kembali suasana perkampungan zaman dulu, sekaligus merawat nilai kebudayaan dari nenek moyang.

"Personel kita juga pakai udeng yang merupakan salah satu ikon Jawa Barat ya untuk laki-laki. Sehingga sama tadi itu bahwa mengingatkan leluhur kita, nenek moyang kita ya kan. Kira-kira seperti inilah kehidupan zaman dulu ya. Agar kecintaan kepada tanah air, kecintaan kepada tanah kelahiran ini semakin kuat, semakin untuk NKRI," kata Aldi.

Kehadiran pos tersebut diharapkan terus memberikan pelayanan yang humanis agar masyarakat bisa beristirahat dengan nyaman dan aman. Fasilitas yang tersedia pun cukup lengkap, mulai dari Wi-Fi gratis, bengkel, tempat bermain, musala, ruang istirahat, hingga area pengisian daya mobil listrik.

"Tentunya fasilitas ini terus berkembang, berkembang nanti sambil mendekati Idul Fitri, kita akan menambah fasilitas lain yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat," bebernya.

Aldi mengimbau masyarakat yang melintas di jalur arteri Nagreg untuk memanfaatkan Pos Terpadu Lembur Kaheman jika merasa lelah dalam perjalanan.

"Masyarakat juga bisa untuk foto-foto juga ya kan, bisa untuk istirahat dan sebagainya," tuturnya.

Sementara itu, Kapolda Jawa Barat Irjen Rudi Setiawan turut memberikan apresiasi terkait pembangunan Pos Terpadu Lembur Kaheman, terutama karena menonjolkan konsep tradisional Sunda.

"Nah, ini dia (Pos Terpadu Lembuh Kaheman). Ini sesuatu yang apa menarik, ya," ujar Rudi kepada awak media, belum lama ini.

Rudi mengungkapkan, selama masa Operasi Ketupat Lodaya 2024, sejumlah jajaran Polres berinisiatif menghadirkan pelayanan yang menyenangkan bagi masyarakat melalui Pos Pelayanan Terpadu yang tematik.

"Iya setiap Polres jadi berinisiatif membuat Pos Pelayanan Terpadu yang tematik," kata Rudi.

Pihaknya menilai Pos Terpadu Lembur Kaheman memiliki konsep yang unik, salah satunya dengan menunjukkan ornamen-ornamen bambu pada struktur bangunannya.

"Ini mengangkat apa budaya lokal, budaya Pasundan yang sangat terkenal dengan kerajinan dan terkait dengan bambu ini, ya," ungkapnya.

Rudi menyebutkan berbagai fasilitas telah disediakan untuk menjamin kenyamanan pemudik. Di area tersebut, didirikan pula panggung hiburan yang menampilkan pertunjukan kearifan lokal.

"Kita lihat bersama ada beberapa pertunjukan kesenian dengan maksud ini tempat peristirahatan. Jadi silakan masyarakat, pengendara maupun pemudik yang ingin ya bersantai, dapat mendatangi tempat ini, ya, beristirahat dan supaya setelah pulih kembali dapat berjalan," jelas Rudi.

"Saya lihat cukup banyak ini pelayanan-pelayanan yang dapat diberikan. Tadi saya juga melihat ada dari ada bengkelnya, ada kesehatan, dan semuanya ada juga. Yang belum makanan yang belum ada, karena masih puasa. Nanti malam kelihatan," pungkasnya.

(sud/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads