Stok BBM RI Cukup 23 Hari, Bahlil: Bukan Berarti Akan Habis

Stok BBM RI Cukup 23 Hari, Bahlil: Bukan Berarti Akan Habis

Heri Purnomo - detikJabar
Kamis, 12 Mar 2026 11:49 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Foto: Heri Purnomo/detikcom
Bandung -

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak perlu khawatir mengenai ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di dalam negeri.

Bahlil menegaskan pasokan BBM nasional saat ini dalam kondisi aman lantaran proses produksi dan distribusi berjalan konsisten. Meski begitu, ia mengakui kapasitas tangki timbun di Indonesia memang masih memiliki keterbatasan.

"With keterbatasan daya tampung tangki timbun (BBM) kita yang ada, kapasitas tampung kita itu tidak lebih dari 25 hari. Sementara yang tersedia stok yang ada kapasitasnya hingga 23 hari. Tetapi bukan berarti 23 hari ini habis. Bukan itu maksudnya. Itu daya tampungnya," jelasnya dalam tayangan Podcast Bukan Abuleke Kementerian ESDM di Jakarta, dikutip Rabu (11/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahlil menjelaskan bahwa angka stok yang setara dengan 23 hari tersebut bukan berarti persediaan akan ludes total dalam jangka waktu tersebut. Angka itu merupakan representasi dari kapasitas penyimpanan yang tersimpan di dalam tangki pada satu waktu tertentu.

Mekanisme Pengisian Stok BBM

Guna memperjelas mekanisme pasokan, Bahlil memberikan perumpamaan sederhana. Ia mengibaratkan stok BBM layaknya toren air yang akan terisi ulang secara otomatis ketika volumenya mulai berkurang.

ADVERTISEMENT

"Jika stok BBM 3 hari keluar, maka produksi di kilang kita juga keluar untuk mengisi stok yang ada. Masuk lagi, isi lagi, kayak toren air di rumah kita. Iya, kayak gitu. Toren air di rumah, dipakai mandi, habis itu kan mesinnya langsung mompa lagi. Jadi jangan dipikir 21 hari itu minyak kita habis. Bukan itu maksudnya," ungkap Bahlil.

Ia menambahkan bahwa stok BBM bersifat dinamis. Setiap hari BBM didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, namun pada saat yang sama, pasokan baru terus masuk, baik dari produksi kilang domestik maupun melalui skema impor.

Lebih lanjut, Bahlil menekankan pemenuhan kebutuhan BBM nasional tidak hanya bertumpu pada satu sumber. Selain produksi dalam negeri, ketersediaan energi diperkuat melalui impor dari berbagai negara, sehingga Indonesia tidak hanya bergantung pada pasokan dari kawasan Timur Tengah.

Pasokan tersebut juga diperoleh dari negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Langkah diversifikasi ini memastikan situasi energi nasional tetap stabil dan tidak terdampak secara langsung oleh dinamika geopolitik di Selat Hormuz.

Sebagai langkah strategis jangka panjang, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, pemerintah berkomitmen meningkatkan kapasitas penyimpanan nasional. Rencana tersebut mencakup pembangunan infrastruktur penyimpanan baru yang ditargetkan mampu menampung stok BBM setidaknya untuk kebutuhan tiga bulan, sesuai standar ketahanan energi nasional.

Artikel di atas telah tayang di detikFinance dengan judul "Bahlil Buka-bukaan Kondisi Stok BBM Nasional". Baca artikel asli di sini




(tya/tey)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads