Suasana di sekitar Jalan Wastukencana hingga Jalan Merdeka, tepatnya dekat Balai Kota Bandung, mulai ramai dengan pemandangan khas tahunan. Di sekitar trotoar jalan, deretan penyedia jasa tukar uang baru mulai bermunculan walaupun Lebaran masih dua pekan mendatang.
Meski baru mulai terlihat ramai dalam beberapa hari terakhir, keberadaan jasa tukar uang di jalanan ini bukanlah hal baru. PS, salah satu penyedia jasa tukar uang di sekitar kawasan tersebut, menyebutkan bahwa praktik ini sudah eksis setidaknya selama dua dekade terakhir.
Untuk musim Lebaran tahun 2026 ini, ia mengaku baru saja memulai aktivitasnya di trotoar jalan tersebut. Meski begitu, pantauan detikJabar menunjukkan suasana saat ini masih relatif tenang dibandingkan puncak musim mudik nanti.
Bagi masyarakat yang ingin menukar uang di pinggir jalan, mereka harus membayar biaya jasa. Berdasarkan penuturan PS, tarif rata-rata yang dikenakan adalah 15% dari nilai uang yang ditukar.
"Ini uang baru, kalau tukar per Rp100.000 ke saya, jasanya 15%, jadi Rp115.000," ujarnya saat ditemui detikJabar pada Selasa (3/3/2026).
Sistem ini berlaku kelipatan untuk berbagai pecahan, mulai dari Rp2.000 hingga Rp20.000. PS menegaskan bahwa tidak ada perbedaan tarif untuk setiap pecahan.
"Tidak dibedakan, pecahan Rp20.000 pun sama. Jadi kalau tukar Rp200.000 jadi Rp230.000 dengan jasanya," jelasnya.
Menariknya, tarif jasa 15% ini tidaklah permanen. PS mengungkapkan bahwa harga tersebut akan melonjak seiring semakin dekatnya hari raya karena ketersediaan uang baru yang mulai menipis di tingkat pengepul. "Seminggu lagi banyak yang jual 20 persen," ungkapnya.
Simak Video "Video 147,55 Juta Orang Mudik saat Lebaran 2026"
(mso/mso)