Ngabuburit di Markas Polisi, Warga Bandung Berburu Sembako Murah

Ngabuburit di Markas Polisi, Warga Bandung Berburu Sembako Murah

Wisma Putra - detikJabar
Selasa, 24 Feb 2026 19:15 WIB
Hengki dan Uun senang beli beras murah di Mapolres Bandung.
Hengki dan Uun senang beli beras murah di Mapolres Bandung. (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Bandung -

Suasana sore di Polrestabes Bandung tidak seperti biasanya. Seratusan warga mendatangi markas polisi yang berada di Jalan Jawa, Kota Bandung tersebut. Bukan hendak berdemonstrasi, kedatangan warga bertujuan untuk membeli pangan murah yang digelar di halaman kantor polisi ini.

Warga berduyun-duyun dari gerbang masuk menuju lokasi Gerakan Pangan Murah Polda Jawa Barat. Setibanya di lokasi acara, warga langsung menyerbu berbagai bahan pangan yang telah disediakan.

Pangan yang tersedia di antaranya beras Bulog jenis SPHP, gula, hingga minyak goreng merek MinyaKita. Selain itu, tersedia pula daging ayam, daging sapi, sayuran, hingga cabai rawit.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kegiatan Gerakan Pangan Murah ini dimanfaatkan oleh pasangan suami istri (pasutri) Hengki (68) dan Uun Jaebah (62). Warga Jalan Nyland, Kecamatan Sumur Bandung ini sengaja datang untuk membeli beras murah, minyak, dan gula.

ADVERTISEMENT

"Saya dapat info acara ini dari kelurahan. Harganya alhamdulillah murah, beda jauh kalau beli di pasar," kata Hengki kepada detikJabar, Selasa (24/2/2026).

"Saya beli beras, gula dan minyak. Beras beli yang 5 kilogram, harganya Rp58 ribu," tambahnya.

Sementara itu, Uun menyebut harga beras di kegiatan ini jauh lebih terjangkau dibandingkan harga di pasar konvensional. "Harga di pasar pada naik, ada yang murah tapi berasnya kotor," ujarnya.

Untuk mendapatkan beras yang bersih dan layak konsumsi, warga harus merogoh kocek cukup dalam jika membeli di pasar. "Kalau beras yang bersih Rp15 ribu sekilo, jauh banget makannya," tambah Uun.

Uun mengatakan, beras murah yang dibelinya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, terlebih saat ini memasuki bulan Ramadan. "Buat makan pas berbuka dan sahur. Kebantu sekali," ujar Uun.

Warga lain, Wiwin (34) mengaku datang ke Polrestabes Bandung bersama rekan-rekannya. Tak sekadar berburu pangan murah, ia memanfaatkan momen ini untuk sekaligus ngabuburit. "Sambil ngabuburit, sambil belanja. Ya harganya murah-murah, kalau saya beli beras yang utama, terus minyak juga," ujar Wiwin.

Plt Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Adiwijaya mengatakan Gerakan Pangan Murah ini digelar selama dua hari. Khusus di Mapolrestabes Bandung, kegiatan berlangsung mulai pukul 15.00 hingga 18.00 WIB.

"Kegiatan Pangan Murah tujuannya untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, karena ada jenis produk di pasaran harganya tinggi," kata Adiwijaya.

Untuk stok pangan, Bulog menyediakan 2 ton beras SPHP. Selain itu, tersedia 500 botol minyak goreng MinyaKita, 120 kilogram gula putih, 50 kilogram ayam potong, dan komoditas lainnya.

"Ada 17 item disiapkan lebih murah daripada di pasar dan lebih rendah dari harga eceran tertinggi. Kegiatan ini kita lakukan dua hari, hari ini di Polrestabes Bandung dan besok akan cari di luar dekat dengan permukiman warga," jelasnya.

"Antusiasme kita bisa lihat, warga silih berganti yang datang dengan membawa belanjaan, antusiasnya sangat baik dan sangat tinggi," pungkasnya.

(wip/sud)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads