Lorong-lorong di ITC Kebon Kalapa, pusat perbelanjaan yang pernah menjadi ikon kejayaan ritel Bandung, kini menyajikan pemandangan kontras. Di antara deretan rolling door yang tertutup rapat dan ditempeli kertas 'Disewakan', masih ada denyut kehidupan yang dipertahankan para pedagang yang enggan menyerah.
Realita Okupansi: Tersisa 35 Persen
Ahmad Kustedi, yang akrab disapa Pak Tedi, Ketua Perhimpunan Pemilik dan Penghuni Satuan Rumah Susun (P3SRS)-P2K ITC Kebon Kalapa, merilis data okupansi terkini gedung. Dari total sekitar 2.000 kios yang tersedia, kini hanya sekitar 700 kios yang masih berpenghuni.
"Total yang terhuni sekitar 700 kios. Jadi dari 2.000 kios, kurang lebih hanya terisi 35 persen," ungkap Tedi saat ditemui di ITC Kebon Kalapa, Jumat (2/1/2026).
Penurunan drastis ini mulai terasa sejak pandemi COVID-19. Namun, berbeda dengan pusat perbelanjaan lain yang perlahan bangkit, ITC Kebon Kalapa menghadapi badai ganda, yakni penurunan daya beli dan ketidakjelasan pengelolaan.
Simak Video "Video: WN China Diserang Gerombolan Bermotor Pengguna Narkoba di Bandung"
(mso/mso)