Potret Muram Masa Depan Sarjana di Jabar

Potret Muram Masa Depan Sarjana di Jabar

Rifat Alhamidi - detikJabar
Rabu, 09 Nov 2022 13:40 WIB
Potret Muram Masa Depan Sarjana di Jabar
ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/Liliboas).
Bandung -

Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis gambaran jumlah angkatan kerja di Jawa Barat pada Agustus 2022. Dari data tersebut, BPS juga turut mencantumkan status pendidikan yang ditamatkan para pekerja di Jabar.

Berdasarkan dokumen Berita Resmi Statistik edisi 7 November 2022 bertajuk 'Keadaan Ketenagakerjaan Provinsi Jawa Barat Agustus 2022', dari total 2,13 juta warga Jabar yang menganggur, sekitar 116.085 atau 5,45 persen di antaranya merupakan lulusan universitas. Sebagai catatan, BPS mengkategorikan lulusan universitas terdiri dari diploma IV, sarjana, magister hingga doctor.

Selain itu, BPS juga mencatat sekitar 121.623 jiwa atau 5,71 persen warga Jabar lulusan D I/II/II menganggur. Adapun data pengangguran dengan karakteristik pendidikan terakhir paling rendah yaitu lulusan SD sekitar 99.897 jiwa atau 4.69 persen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara untuk lulusan SMP, BPS mencatat ada sekitar 175.086 jiwa atau 8,22 persen warga Jabar yang menganggur. Kemudian tingkat pengangguran paling tinggi yaitu terjadi terhadap lulusan SMA sekitar 259.434 jiwa atau 12,18 persen dan lulusan SMK sekitar 311.619 jiwa atau 14,63 persen.

ADVERTISEMENT

Mengenai data sarjana universitas di Jabar yang menganggur, ironisnya, mereka yang bekerja juga terbilang masih kalah jauh dengan lulusan SD, SMP, SMA maupun SMK. Hal ini tentu harus menjadi perhatian pemerintah supaya lulusan universitas bisa mendapat kesempatan kerja yang sesuai dengan keilmuan mereka.

Menurut data BPS, dari total 23,45 juta jiwa warga Jabar yang bekerja hingga Agustus 2022, lulusan universitas di Jabar yang bekerja berjumlah sekitar 2.164.435 jiwa atau 9.23 persen. Sementara lulusan D I/II/III yang bekerja ada sekitar 605.010 jiwa atau 2.58 persen.

Kemudian, warga Jabar dengan status pendidikan lulusan SD yang bekerja berjumlah sekitar 9.105.635 jiwa atau 38,83 persen. Disusul lulusan SMP sekitar 4.138.925 jiwa atau 17,65 persen, lulusan SMA sekitar 4.094.370 jiwa atau 17,46 persen dan lulusan SMK sekitar 3.341.625 jiwa atau 14,25 persen.

(ral/mso)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads