Permintaan Maaf Ridwan Kamil Usai Kritik LRT Palembang

Kabar Nasional

Permintaan Maaf Ridwan Kamil Usai Kritik LRT Palembang

Tim detikFinance - detikJabar
Selasa, 25 Okt 2022 03:30 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil saat menjadi inspektur upacara di perigatan Hari Santri.
Gubernur Jabar Ridwan Kamil (Foto: Rifat Alhamidi)
Cikarang -

Gubernur Jabar Ridwan Kamil sempat mengkritik pembangunan moda transportasi LRT Palembang. Tak lama setelah kritikan itu dilontarkan, Ridwan Kamil menyampaikan permintaan maaf atas kritiknya itu.

Dikutip dari detikFinance, kegagalan LRT Palembang terjadi karena dasar perencanaannya dilakukan secara politis. Orang nomor satu di Jabar itu mengatakan keputusan pembangunan LRT Palembang didasarkan atas hajatan besar, yakni Asian Games 2018.

"Ada juga konsep saya kasih tahu kegagalan decision Rp 9 triliun membuat namanya LRT Palembang. Decision based-nya, political decision not planning decision. Ini karena ada mau ada Asian Games, harus ada koneksi dari Palembang ke Jakabaring," ungkap Ridwan Kamil dalam acara diskusi Synergy Ngopi dengan Jababeka di President University, Cikarang, Jawa Barat, Jumat (21/10/2022).


Melalui akun Instagram pribadinya, gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu menyampaikan permintaan maaf. "Permohonan Maaf Kepada Warga Palembang jika poin diskusi Studi Pembangunan di Jababeka terkait studi2 kasus transportasi dianggap kurang berkenan." ujar pria yang akrab disapa Emil ini dalam instagramnya, Senin (24/10/2022).

Emil kemudian menjelaskan ada kesalahpahaman informasi yang diterima masyarakat terkait pernyataannya itu. Kisahnya, ada pengembang di wilayah Bekasi-Karawang meminta dibangunkan moda MRT. Emil kemudian menyebut moda tersebut sangat mahal.

"Saya menjawab dengan berargumentasi: 1. MRT itu mahal sekali, 1 Trilyun per KM. Tidak ada anggaran pemerintah daerah yang sanggup kecuali DKI mungkin. 2. Kedua populasi harus besar supaya penuh dan balik modal cepat. 3. Harus terkoneksi dengan feeder dan jaringannya harus luas. 4. Jika populasi sedikit nanti ada tantangan seperti LRT Palembang yang kondisi ridershipnya penumpang hariannya belum maksimal (berdasarkan penglihatan saya saat kunjungan terakhir)," kata Emil menambahkan.

"5. Diskusi di Jababeka itu sifatnya akademis membahas plus minus pembangunan Indonesia dari zaman dulu sd sekarang. Bukan format tanya jawab dengan media. 6. Mungkin kebiasaan saya sebagai mantan dosen yg selalu berargumen dengan memberi contoh studi kasus. Suka lupa bahwa dalam berstatemen akademik, melekat jabatan saya sbg pemimpin daerah, sehingga ada kritikan urus aja atuh jabar, jangan sok komen pembangunan daerah lain," ucap Kang Emil.

Kang Emil pun menerima kritikan terhadap dirinya terkait dengan pernyataan tersebut. "Kritikan itu saya terima dengan lapang dada," tuturnya.

Namun jika itu kurang berkenan dan keliru, sekali lagi saya haturkan permohonan maaf. Mungkin saya harus update dan jalan-jalan lagi ke Kota Palembang yang pembangunannya memang keren, pesat dan luar biasa," katanya.

Emil pun menutup unggahan permohonan maaf tersebut dengan berpantun. "Indahnya kembang di motif baju. Menjual gaun ke pulau Sumatera. Kota Palembang memang maju. Warganya pun bahagia sejahtera,". Sekali lagi hapunten dan hatur nuhun," katanya.

Artikel ini telah tayang di detikFinance Kritik LRT Palembang Nggak Ada Penumpangnya, Ridwan Kamil Minta Maaf

(yum/yum)