Peran Penting Balai Pelatihan Vokasi Bagi warga Hadapi Bonus Demografi

Whisnu Pradana - detikJabar
Minggu, 16 Okt 2022 20:30 WIB
Dirjen Intala Syamsi Hari dan Kepala BPVP KBB di Open House BPVP KBB (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar).
Bandung Barat -

Menghadapi bonus demografi pada tahun 2024 mendatang Kementerian Ketenagakerjaan mengoptimalkan peran dan Balai Latihan Kerja (BLK) salah satunya yang ada di Lembang, Kabupaten Bandung Barat memberikan pelatihan pada masyarakat.

Kepala Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung Barat Mochamad Yusuf mengatakan sebagai langkah awal pihaknya melaksanakan open house bertepatan dengan bulan vokasi.

"Jadi diawali dengan kita memberikan informasi kepada masyarakat mengenai keberadaan BLK Lembang ini, karena kita akan mengganti nomenklatur BLK Lembang ini menjadi Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Bandung Barat," ungkap Yusuf kepada detikJabar, Minggu (16/10/2022).

BLK Lembang sendiri memberikan pelatihan khusus pada sektor pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata, hingga proses hasil pertanian yang bisa dimanfaatkan masyarakat Indonesia sebagai tempat pelatihan pertanian sampai mendapatkan sertifikasi.

"Jadi lulusan BLK ini mendapatkan sertifikasi, supaya mereka langsung dapat masuk ke dunia usaha maupun dunia industri," tutur Yusuf.

Yusuf mengatakan BPVP Bandung Barat nantinya tidak sebatas untuk menghasilkan masyarakat yang berkompetensi tetapi juga pada tahap menyalurkan mereka masuk ke dunia kerja.

"Kita juga memikirkan bagaimana caranya mereka untuk dapat bekerja di dunia usaha maupun industri baik penempatan dalam negeri maupun penempatan luar negeri," tutur Yusuf.

Sementara bagi mereka yang belum mau atau bahkan tidak mau bekerja, pihaknya bekerjasama dengan Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Ditjen Binapenta & PKK) Lembang khususnya BPPK Lembang untuk menjadi pelaku UMKM atau tenaga kerja mandiri.

"Jadi ada 2 lulusan disini, mereka yang bisa masuk di dunia usaha dan dunia industri atau mereka yang mau masuk ke start up atau dunia usaha yang baru dan tenaga kerja mandiri," ucapYusuf.




(mso/mso)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork