Cerita Warga Tangkap Ikan Pemakan Mayat Tanpa Kepala di Ciracap

Cerita Warga Tangkap Ikan Pemakan Mayat Tanpa Kepala di Ciracap

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Jumat, 09 Jan 2026 17:13 WIB
Cerita Warga Tangkap Ikan Pemakan Mayat Tanpa Kepala di Ciracap
Kebun awi, lokasi penemuan mayat tanpa kepala di Ciracap Sukabumi (Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar)
Sukabumi -

Suasana Kampung Cikeresek, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, mendadak gempar pada Kamis (8/1/2026) malam.

Di balik kehebohan penemuan mayat tanpa kepala yang tersangkut di aliran sungai, terdapat kisah mencekam dari dua warga yang pertama kali menemukannya.

detikJabar berhasil menemui kedua saksi mata tersebut, Ikoh Nuryadi (53) dan Saepul Rohman (43), di kediaman mereka, Jumat (9/1/2026). Duduk di atas anyaman bambu rumah panggungnya, wajah keduanya masih menyiratkan rasa syok usai kejadian horor yang mereka alami semalam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Malam itu, sekitar pukul 21.00 WIB, Ikoh dan Saepul berangkat menembus gelapnya malam. Tujuan mereka sederhana, ngobor atau mencari ikan menggunakan obor sebagai penerangan, sekaligus memeriksa lahan garapan padi yang sebentar lagi panen.

Langkah kaki membawa mereka menuruni area Curug Darismin yang dikenal terjal. Warga setempat menyebut area itu "Kebun Awi" (kebun bambu), sebuah lokasi yang jarang dijamah manusia, bahkan oleh Ikoh sendiri yang mengaku sudah berbulan-bulan tidak menjejakkan kaki di sana.

ADVERTISEMENT

"Lokasinya susah turunnya, terjal, jurang kebun bambu," kenang Ikoh.

Setibanya di aliran sungai, cahaya lampu obor mereka menangkap pemandangan yang awalnya menggembirakan. Ikan-ikan terlihat berkumpul di satu titik. Ada ikan hitam, ada kepiting sawah, semuanya tampak mengerubungi sebuah objek besar yang tersangkut di air.

Dikira Anak Sapi atau Domba

Saepul, yang posisinya berada di depan, awalnya mengira objek yang dikerubungi ikan itu adalah bangkai hewan ternak yang hanyut. Dalam remang malam, kulit mayat yang sudah mulai rusak terlihat samar seperti berbulu.

"Aduh, ini anak sapi atau domba? Kok sudah berbulu," ujar Ikoh menirukan percakapannya dengan Saepul malam itu.

Namun, saat Saepul mendekat dan menyorotkan lampu lebih jelas, jantungnya serasa berhenti berdetak.

Ia melihat tumit dan betis. Keraguan Saepul sirna saat ia menghitung jumlah jari pada objek tersebut.

"Pas dilihat, eh ternyata manusia. Terlihat mata kaki. Pas dihitung jarinya ada lima. Ah, kalau domba atau sapi kan kakinya beda, ini ada tumitnya," cerita Saepul dengan nada bergidik.

Kenyataan pahit seketika menghantam mereka, ikan-ikan yang sejak tadi mereka tangkap dengan suka cita, ternyata sedang memakan daging jenazah tersebut.

Ikoh Nuryadi (53) dan Saepul Rohman (43),Ikoh Nuryadi (53) dan Saepul Rohman (43), Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar

Posisi mayat itu tertelungkup, mengambang di air, dan dikerubungi biota sungai karena bau amis darah, meski belum tercium bau bangkai yang menyengat.

Rasa mual dan ngeri seketika menyergap. Tanpa pikir panjang, Saepul dan Ikoh langsung membuang kembali seluruh ikan yang sudah mereka masukkan ke dalam kaneron (tas tradisional).

"Ngeri lihat kondisinya. Dilepaskan lagi ikannya, dibuang semua," kata Ikoh.

Kondisi Mengenaskan

Menurut kesaksian Ikoh, kondisi mayat tersebut sangat memprihatinkan. Selain tanpa kepala, bagian kulit tubuhnya sudah mengelupas. Yang lebih mengerikan, tulang betis bagian kanan jenazah tersebut terlihat patah hingga tulangnya mencuat keluar.

"Betis kanan patah, tulang kecilnya melesat keluar. Entah dimakan biawak atau bagaimana, yang jelas sudah terpisah," ungkap Ikoh.

Temuan ini lantas membuat mereka bergegas naik kembali dari jurang sungai, membatalkan niat mencari ikan, dan segera melaporkan kejadian tersebut kepada warga dan aparat desa.

Kini, misteri siapa sosok mayat tanpa kepala di Kebun Awi itu masih dalam penyelidikan aparat kepolisian.

(sya/yum)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads