Cerita Penumpang KA soal Layanan Face Recognition di Stasiun Bandung

Cerita Penumpang KA soal Layanan Face Recognition di Stasiun Bandung

Wisma Putra - detikJabar
Rabu, 05 Okt 2022 10:40 WIB
Uji coba fasilitas Face Recognition Boarding Gate di Stasiun Bandung.
Uji coba fasilitas Face Recognition Boarding Gate di Stasiun Bandung. (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Bandung -

Face recognition boarding gate sudah diujicobakan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI di Stasiun Bandung, Jawa Barat. Alat ini dapat digunakan bagi penumpang yang hendak melalui perjalanan jarak jauh, alat ini juga merupakan terobosan baru pada sistem boarding di Stasiun Bandung.

Sebelum melintasi face recognition boarding gate untuk masuk ke dalam stasiun, penumpang diwajibkan lakukan scan KTP dan sidik jari, itu dapat dilakukan di ruang utama Stasiun Utara Bandung.

Jika sudah terverifikasi, penumpang bisa melintasi face recognition boarding gate, tinggal menengokkan wajah ke layar maka penumpang bisa masuk ke dalam stasiun dan melanjutkan perjalanannya.


Dengan alat ini penumpang tak perlu repot-repot menunjukkan berbagai dokumen saat boarding. Face recognition boarding gate sudah diujicoba di Stasiun Bandung, diujicobakan sejak 28 September lalu.

Salah satu penumpang tujuan Tasikmalaya Vincent (30) angkat jempol untuk face recognition boarding gate ini. "Lebih cepat, soalnya tinggal scan muka ya, sudah enggak susah, sebelumnya daftar pakai sidik jari," kata Vincent kepada detikJabar, Rabu (5/10/2022).

"Memudahkan," ucap Vincent sambil mengacungkan jempolnya.

Hal serupa juga diungkapkan Elisabeth (20) penumpang asal Bandung tujuan ke Semarang. Elizabeth mengaku, keberadaan face recognition boarding gate ini sangat membantu. "Lebih efisien, registrasi nggak lama," ucapnya.

Karena baru ada di Stasiun Bandung, Elizabeth ingin agar face recognition boarding gate ini ada di semua stasiun yang melayani perjalanan jarak jauh. "Baru di Stasiun Bandung, baru tahu di sini, ditambah lagi," ujarnya.

Dikutip dari detikFinance, VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, pada awal tahun 2023 ditargetkan layanan ini sudah bisa diterapkan di seluruh stasiun KA Jarak Jauh di berbagai daerah.

Face recognition boarding gate merupakan fasilitas layanan boarding yang dilengkapi dengan kamera yang berfungsi untuk mengidentifikasi dan memvalidasi indentitas seseorang melalui wajah yang datanya sudah diintegrasikan dengan data tiket kereta yang dimiliki hingga status vaksinasi pelanggan.

"Cukup 1 detik waktu yang dibutuhkan untuk memastikan wajah pelanggan dan proses verifikasi seluruh data yang tersimpan di sistem KAI. Hal tersebut akan sangat mempermudah pelanggan dan memperlancar antrean proses boarding," papar Joni dalam keterangannya, Jumat (30/9).

(wip/iqk)