Menhub Cek Kesiapan Kereta Cepat Sebelum Dijajal Jokowi dan Xi Jinping

Menhub Cek Kesiapan Kereta Cepat Sebelum Dijajal Jokowi dan Xi Jinping

Yuga Hassani - detikJabar
Sabtu, 01 Okt 2022 16:48 WIB
Menhub saat mengecek kesiapan ereta cepat Jakarta-Bandung
Menhub saat mengecek kesiapan ereta cepat Jakarta-Bandung (Foto: Yuga Hassani/detikJabar)
Bandung -

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melakukan pengecekan secara langsung terhadap proses Kereta Api Cepat Jakarta - Bandung (KCJB) di Depo Tegalluar, Kabupaten Bandung, Sabtu (1/9/2022).

Pengecekan tersebut dilakukan guna memastikan kesiapan jelang ujicoba yang akan dilakukan oleh Presiden Indonesia Joko Widodo dan Presiden China Xi Jinping pada November mendatang.

Budi Karya mengatakan progres pengerjaan KCJB mengalami perkembangan. Sehingga kedua pimpinan negara tersebut nantinya bisa melaksanakan ujicoba dengan baik.


"Apa yang saya lakukan hari ini adalah memastikan bahwa kunjungan bapak Presiden Indonesia dan Presiden Xi Jinping bisa dilaksanakan dan relatif apa yg sudah disiapkan oleh KCIC relatif berjalan dengan baik," ujar Budi Karya.

Pihaknya menginginkan ujicoba tersebut nantinya bisa dilakukan hingga Stasiun Tegalluar, Kabupaten Bandung. Menurutnya beberapa tempat yang representatif bisa segera beroperasi.

"Oleh karenanya saya meminta kepada dirut chairmen konsentrasi pada persiapan agar itu berjalan dengan baik," jelasnya.

Budi Karya pun mengaku melakukan kunjungan ke Padalarang. Dalam kunjungannya tersebut memastikan waktu tempuh KCJB nantinya saat beroperasi.

"Jakarta - Padalarang sekitar 30 menit, dari Padalarang ke Bandung (stasiun Tegalluar) 20 menit. Sehingga totalnya 50 menit. Dengan highway 25 menit. Sama juga nanti fidernya 25 menit," katanya.

Dengan adanya KCJB tersebut, Budi Karya mengklaim Indonesia menjadi negara pertama di Asean yang memiliki kereta cepat. Pasalnya kecepatannya mencapai ratusan km per jam.

"Jadi kita bayangkan ada suatu kereta cepat dengan kecepatan 350 km per jam. Saya gak tahu nanti pas dioperasikannya berapa," ucapnya.

Dia menambahkan dalam adanya KCJb tersebut bisa menghadirkan para pakar teknologi yang dari China ke Indonesia. Sehingga para ilmuan di Indonesia bisa dilibatkan.

"Sehingga pengetahuan yang baik ini bisa bermanfaat bagi dunia kontruksi indonesia, dan juga pembuat ini. Hal yang lain adalah kesempatan kerja kita lakukan di sini. China juga mendapatkan pekerjaan di sini, kita juga diharapkan mendapatkan suatu kesempatan untuk belajar, terutama bagi SDM Indonesia," tuturnya.

Direktur Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Dwiyana Slamet Riyadi, mengungkapkan kunjungan kedua pejabat negara tersebut akan dilakukan pada bulan November mendatang. Namun menurutnya hal tersebut masih dalam progres.

"Semoga ini berjalan dengan lancar. Sebagaimana disampaikan oleh pak Menhub bahwa presiden akan menggunakan kereta inspeksi. Sambil akan melihat langsung bagaimana teknologi kereta inspeksi yang ada di Kereta Cepat Jakarta Bandung," ucap Dwiyana.

Dia menambahkan dalam ujicoba tersebut nantinya akan digelar dari Padalarang menunu Bandung (Tegalluar). "Jadi sepanjang 15 km dengan kecepatan masih terbatas, 80 km per jam," pungkasnya.



Simak Video "Jokowi Sebut Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bukan Bantuan China"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)