Budidaya Tikus Putih, Pria Bandung Raup Cuan Jutaan Rupiah

Budidaya Tikus Putih, Pria Bandung Raup Cuan Jutaan Rupiah

Yuga Hassani - detikJabar
Minggu, 02 Okt 2022 07:00 WIB
Budi daya tikus putih oleh warga Baleendah Bandung.
Budi daya tikus putih di Bandung (Foto: Yuga Hassani/detikJabar)
Bandung -

DJ Hidayat WS atau Abah (63), pria asal Baleendah, Kabupaten Bandung menggeluti bisnis tikus putih. Dari budi daya tikus tersebut, Abah menghasilkan cuan hingga jutaan rupiah setiap bulannya.

Abah DJ melakukan budi daya tersebut di halaman rumahnya di Kampung Mulyasari 2, Desa/Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Di halaman rumahnya tersebut terdapat satu ruangan khusus untuk budi daya tikus.

Abah mengatakan, awal mula melakukan budi daya tersebut ketika dirinya memiliki ular peliharaan berbagai jenis. Kemudian dirinya mengaku kesulitan dalam memberi pakan hewan tersebut.


"Jadi pas awal tahun 2014 saya punya ular 8 ekor lah. Awalnya suka dikasih ayam tiren (mati kemarin). Nah pas ular tersebut beranak, saya sulit nyari pakan buat anak ular tersebut. Saya putuskan budi daya tikus pada pertengahan 2014," ujar Abah DJ saat ditemui detikJabar belum lama ini.

Dia mengungkapkan, saat ini budi daya tikus yang digelutinya berjenis tikus albino atau tikus putih (rattus novergicus) dan tikus kecil atau mencit (mus musculus). Dengan awal hanya budi daya sebanyak puluhan ekor tikus. "Awalnya saya budi daya tikus hanya 2 jantan, dan 4 betina jenis mencit. Baru setahun kemudian ke jenis agak lebih gede, jenis rat. Itu karena adanya permintaan pemesanan," katanya.

Para tikus tersebut diberi makan hanya menggunakan pakan ayam dan nasi bekas dengan campuran lauk-lauk bekas kemudian dihaluskan dan dicampur dengan tauge. Jadwal makannya pun diberikan selama dua hari sekali.

"Ya makannya dua hari sekali. Kadang pakai Pur atau kadang pakai campuran nasi bekas. Tapi yang favorit dari para tikus tersebut adalah nasi bekas yang dicampur itu. Kalau pur mah agak kurang," ucapnya.

Abah DJ mengungkapkan tikus tersebut dijual dengan harga yang bervariatif. Namun, kata dia, penjualan rat lebih tinggi harganya. "Mencit indukkan Rp 5 ribu sampai Rp 6 ribu, kalau medium Rp 4 ribu, Yang masih sapih Rp 10 ribu per empat ekor. Kalau RAT sapih Rp 7.500, medium Rp 15 rb, dan indukkan Rp 25 sampai Rp 30 ribu," jelasnya.

Dalam penjualannya, Abah DJ mengaku bisa meraup keuntungan hingga jutaan rupiah. Padahal penjualan tersebut hanya dilakukan di komunitas reptil. "Alhamdulillah omzet dulu sempat sekitar Rp 500 ribu sampai Rp 1 juta. Tapi dijualnya ya ke komunitas-komunitas aja. Lumayan lah buat jajan cucu," tuturnya.

Abah DJ mengungkapkan penjualan tersebut langsung merosot kala pandemi COVID-19 melanda. Bahkan menurutnya saat ini tidak sampai ratusan ribu. "Iyah semenjak pandemi jadi turun penjualan. Paling sehari ada seorang yang beli. Bahkan pernah seminggu cuma ada dua pembeli. Tapi semoga lah sekarang bisa naik lagi,"

(iqk/iqk)