Kabupaten Cianjur

Keren Euy, Erick Sulap Limbah Batok Kelapa Jadi Aneka Kerajinan Unik

Ikbal Selamet - detikJabar
Rabu, 10 Agu 2022 08:35 WIB
Kerajinan batok kelapa.
Foto: Kerajinan batok kelapa (Ikbal Selamet/detikJabar).
Cianjur -

Limbah batok kelapa dan bambu biasanya dibuang begitu saja. Namun, ditangan Erick Ikhsan, seorang perajin Cianjur limbah tersebut bisa dijadikan kreasi seni yang bernilai jual tinggi.

Beragam kerajinan yang unik berhasil dibuat Erick dari limbah batok kelapa, mulai dari miniatur sepeda motor, perahu, hingga gelas cantik untuk kopi dan teh.

Erick, mengaku awalnya melihat banyak limbah batok kelapa di pasar. Ide kreatifnya muncul untuk mengubah limbah itu menjadi kreasi seni.


"Limbah batok kepala itu kemudian saya bawa ke rumah untuk dibersihkan dan diolah menjadi kerajinan tangan," kata dia, Selasa (9/8/2022).

Tangan terampil seniman Cianjur ini hanya membutuhkan waktu 2 sampai 3 hari untuk membuat satu kerajinan tangan, berupa miniatur sepeda motor dari vespa hingga motor gede dari batok kelapa.

Tak hanya itu, ada juga miniatur kapal pesiar yang berhasil dibuat Erick dari limbah batok kelapa.

"Banyak yang sudah dibuat, seperti miniatur sepeda motor, kapal, dan ada juga mobil tua. Lama pembuatan tergantung dari model dan tingkat kesulitannya, terutama untuk membuat detil agar mirip," kata dia.

Kerajinan batok kelapa.Kerajinan batok kelapa. Foto: (Ikbal Slamet/detikJabar).

Bukan hanya kerajinan tangan dari limbah batok kelapa, Erick juga membuat kerajinan tangan lainnya dari bambu. Seperti gelas cantik, tas, hingga teko.

Desain yang unik, serta ukiran dengan tulisan yang nyeleneh membuat kerajinan buatan Erick tampak begitu menarik.

"Khusus untuk gelas dari bambu, biasanya beli bahan dari penjual bambu, karena kan harus dari bahan yang bagus agar tahan lama. Setelah dapat bahannya, baru dikreasikan seunik mungkin dengan ukiran tulisan," ungkapnya.

Menurutnya kreasi batok kelapa dan bambu tersebut memiliki nilai yang tinggi. Untuk satu miniatur sepeda motor bisa dijual dengan harga Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per buah. Sedangkan untuk gelas kopi bisa dijual dengan harga Rp 15 ribu per buah.

"Cukup menghasilkan, kalau lagi banyak pembeli sebulan bisa dapat jutaan rupiah," ujar dia.

Erick mengungkapkan, pembeli kerajinan tangannya bukan hanya warga lokal atau luar kota. Turis asing yang berkunjung ke Cianjur juga kerap membeli kerajinan buatannya.

"Turis dari Australia, Singapura, dan dari negara lainnya juga banyak yang beli. Katanya bukan karena bahan baku, tapi nilai keunikan dan seninya yang mereka hargai. Kalau beli turis asing bisa langsung banyak. Makanya lumayan dari hasil buat kerajinan tangan ini," ucapnya.

Dia mengaku merangkul warga sekitar rumahnya untuk ikut membuat kerajinan tangan dari limbah tersebut. "Saya ingin tidak hanya saya sendiri yang mendapat untung sari kerajinan tangan ini, tapi juga bisa mengajak banyak orang agar berfikir kreatif agar dapat menghasilkan uang," ujarnya.

(mso/mso)