Banyak Kendaraan Berhenti, Pom Migo di Bandung Kerap Dikira Pertamini

Banyak Kendaraan Berhenti, Pom Migo di Bandung Kerap Dikira Pertamini

Whisnu Pradana - detikJabar
Jumat, 05 Agu 2022 15:16 WIB
Pom Minyak Goreng (Migo).
Pom Minyak Goreng (Migo). (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar)
Bandung Barat -

Biasanya mesin pom mini menjadi media untuk menjual bahan bakar jenis Pertalite serta Pertamax. Namun tidak demikian dengan yang ada di Kabupaten Bandung Barat karena justru dipakai untuk menjual minyak goreng.

Jika gerai untuk menjual bahan bakar eceran itu dikenal dengan nama Pom Mini atau Pertamini, maka gerai menjual minyak goreng ini dinamai Pom Migo oleh pemiliknya, Ivan Setianto.

Berada di pinggir Jalan Kolonel Masturi, RT 04, RW 03, Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, keberadaan mesin Pom Migo berwarna putih dengan aksen warna kuning itu kerap menipu pengendara motor dan mobil.


"Iya jadi ada cerita uniknya sejak awal beroperasi 2 hari lalu. Banyak motor dan mobil yang berhenti untuk beli bensin, padahal ini jual minyak goreng," kata Imam Bagus Setiawan (26), seorang pegawai Pom Migo kepada wartawan, Jumat (5/8/2022).

Alhasil Imam harus bolak balik memberikan penjelasan pada para pengendara yang kadung terjebak penampakan mesin Pom Migo yang mejeng di pinggir jalan tersebut.

"Iya akhirnya saya jelaskan kalau ini Pom Migo, khusus untuk jualan minyak goreng. Karena kan sebelumnya mereka berhenti itu langsung bilang isi 2 liter," ucap Imam seraya tertawa.

Imam mengatakan inovasi penjualan minyak goreng menggunakan media dispenser pom mini baru ada di tempatnya bekerja tersebut. Sebab kebanyakan penjual minyak goreng melalui cara-cara konvensional. Karena keunikannya itu

"Ya mungkin di KBB ini baru yang pertama, karena kebanyakan jualannya ya normal pakai minyak gitu enggak ditakar seperti ini. Buka setiap hari dari jam 8 pagi sampai jam 8 malam," kata Imam.

Beberapa hari dioperasikan, animo masyarakat memburu minyak goreng curah dari Pom Migo tersebut cukup tinggi. Pasalnya, dalam sehari 200 liter minyak goreng yang diisi ke dispenser selalu ludes terjual. Harga per liter minyak goreng di tempat ini dibanderol Rp 12.500.

"Animo masyarakat cukup baik sejauh ini karena memang kan harganya murah terus enggak jauh-jauh ke pasar. Sehari itu kurang lebih 200 liter minyak goreng pasti habis," kata Imam.



Simak Video "Tampang Pasutri yang Sekap dan Siksa ART di Bandung Barat"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)