Dulu Kena PHK, Kini Atep Kebanjiran Order Meja Belajar Tiap Bulan

Wisma Putra - detikJabar
Minggu, 24 Jul 2022 05:30 WIB
Atep Nurdin (kanan)
Atep Nurdin (kanan) (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Bandung -

Pandemi COVID-19 membuat pria asal Baleendah, Kabupaten Bandung Atep Nurdin terkena PHK di tempat kerjanya. Tidak ingin berlama-lama menganggur, Atep pun memutuskan berwirausaha.

Atep membuat meja belajar lipat di rumahnya. Produk furnitur yang diproduksi Atep dijual di marketplace Rp 45 ribu per pcs nya. Ia bisa menjual ribuan meja belajar lipat perbulannya.

Bagaimana rahasianya ?


Banyak pelatihan yang diikuti Atep, salah satunya pelatihan dalam proses penjualan produk tersebut. Karena awalnya, meski Atep bisa membuat produk yang berkualitas, tapi dirinya terkendala dalam pemasaran.

"Saya buat meja belajar lipat, terdampak pandemi, saya di PHK Saya dapat pelatihan Mitra TACO, belajar di sana dan saya mengetahui bagaimana cara pemasaran meja lipat ini," kata Atep kepada detikJabar di Bandung, Kamis (21/6/2022).

Atep mengungkapkan, dalam pelatihan tersebut ia diberikan banyak materi, salah satunya teknis promosi dari mulai digital marketing dan marketplacenya.

"Sejak ikut pelatihan perbulan bisa 2 ribu meja dijual. Rekor pernah satu hari sampai 200 unit. Banyak ilmu yang didapat, bukan hanya segi promosi, menambah ilmu dan wawasan, juga bisa ketemu teman-teman di luar sana dan sharing pengalaman selama jadi pengusaha," ungkapnya.

Atep menyebut, ia yang dulunya bekerja sebagai karyawan, kini bisa miliki karyawan dalam usahanya sendiri walau baru dua karyawannya.

"Saat ini karyawan tetap baru ada dua orang, tapi saya juga suka ngambil karyawan borongan, banyaknya tergantung banyak pesanan meja belajar lipat ini," ujarnya.

Tak hanya karyawan, Atep juga kini memilki banyak reseller yang membantu menjual meja belajar lipat yang dibuatnya. Selain membuat meja belajar lipat, Atep juga melebarkan sayapnya saat itu dengan membuat bisnis interior seperti membuat kitchen set, lemari, meja, kursi dan lainnya.

"Di luar itu saya buat kitchen set dan bisnis interior lain. Omzet dihitungkan dengan gaji saya sebagai karyawan sebut saja sekali UMK, kini penghasilan bisa lima kali lipatnya," terang Atep.

Atep menyebut, dalam bisnis propertinya ia menggunakan produk dari TACO. Menurutnya, produk buatan dalam negeri ini memiliki kualitas baik, tidak mudah remuk, warna tidak mudah luntur dan ketahanannya sangat bagus.

"Sehingga saya berani berikan servis kepada konsumen, saya berikan garansi satu tahun kepada konsumen," ujarnya.

Asisten Manager Comunity Devlopment TACO Indonesia Danny Kwakar menyebut, saat ini lebih dari 3.000 UMKM yang menjadi mitra.

"Kita ingin tambah member dari 3.000 bisa berkali-kali lipat lagi, kita ingin bantu UMKM. Jawa Barat, khususnya Bandung mitranya cukup besar ada 300 member. Kalau teman-teman mau gabung hubungi Instagram @mitrataco," ujar Danny.

Danny menyebut, program CSR Mitra TACO merupakan wujud dari kepedulian dan tanggungjawab untuk turut membantu kebangkitan para pelaku usaha di bidang furniture dan jasa interior yang juga menjadi mitra kerjasama.

"Kami senantiasa terus berinovasi baik melalui produk maupun kolaborasi. Program Mitra TACO hadir menjadi sebuah komunitas pertama yang diluncurkan oleh perusahaan penyedia solusi interior di Indonesia. Terdapat banyak sekali keuntungan dalam mengikuti program, antara lain dapat menambah pengetahuan dalam berbisnis, melalui pelatihan pengaplikasian produk hingga pemasaran digital di bidang furniture dan interior," pungkasnya.



Simak Video "Begal Dikeroyok Warga di Bandung, Disebut Sempat Todongkan Pistol"
[Gambas:Video 20detik]
(wip/yum)