Kisah Agus Raup Cuan dari Jual Tanaman Hias

Yuga Hassani - detikJabar
Jumat, 08 Jul 2022 21:00 WIB
Penjual Tanaman Hias, Agus Dedi (54), merapihkan tanaman Anthurium jenis kuping gajah, di Kampung Sukasari, RT 4 RW 2, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jumat (8/7/2022)
Penjual Tanaman Hias, Agus Dedi (54), merapihkan tanaman Anthurium jenis kuping gajah, di Kampung Sukasari, RT 4 RW 2, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jumat (8/7/2022) (Foto: Yuga Hassani/detikJabar)
Kabupaten Bandung -

Geliat penjualan tanaman hias tidak pernah kehilangan pasarnya. Apalagi banyak masyarakat kembali menyukai tanaman usai pandemi COVID-19.

Aneka tanaman hias pun terus banyak permintaan. Banyak para penjualnya terus meraup keuntungan.

Salah satunya Agus Dedi (54). Penjual tanaman hias ini mengaku menekuni tanaman hias berawal dari hobi. Namun, kata dia, hal tersebut tidak berlangsung lama.


"Awalnya hobi tahun 2005, di jenis anthurium ya. Dulu itu zamannya gelombang cinta, cemani, gitu kan. Nah ketika itu berjalan 2-3 tahun, ketika orang lain sudah pada punya, akhirnya pemasarannya kan merosot, jadi kita berhenti," ujar Agus, saat ditemui detikJabar, di Kampung Sukasari, RT 4 RW 2, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jumat (8/7/2022).

Dia kembali berjualan tanaman hias usai COVID-19. Hal tersebut dilakukan setelah melihat peluang banyak masyarakat mulai kembali menyukai tanaman.

"Kemarin tahun 2019, terus ketika COVID-19 mulai muncul, saya memutuskan bermain lagi, karena melihat orang-orang pada tinggal dan beraktifitas di rumah masing-masing," katanya.

"Ya tapi kan kita ini kehidupan harus tetap berjalan, ya pada akhirnya hobinya berkembang kembali dan teman-teman semua sama begitu pada tinggal di rumah, jadi kita bermain online. Tinggal dirumah tapi kreatifitas tetap ada. terpaksa kita bermain bunga lagi karena hobi yang lama, kita hidupkan kembali," kata dia menambahkan.

Agus menuturkan jenis tanaman yang digelutinya adalah anthurium dengan berbagai variannya. Namun saat ini lebih fokus pada anthurium kuping gajah.

"Nah sekarang saya mengembangkannya jenis anturium kuping gajah. Tetapi kuping gajah itu dari berbagai daerah. Bahkan dari luar pun ada, seperti sekarang yang lagi populer dari Peru dan Amerika, Jenis-jenis regal, beceae, luxuryan, itukan tidak ada dikita jadi ambilnya dari luar," katanya.

Agus memanfaatkan marketplace untuk memasarkan tanaman hiasnya. Berkah didapat Agus saat tanaman hiasnya dilirik pasar nasional hingga luar negeri.

"Kalau penjualan lokalnya itu ya Bandung lah, Bogor, Jakarta, Bekasi, Tangerang, Banten itu semua komunitas ada. Kalau luar pulau ke Bali, Kalimantan, dan Sumatera. Kalau luar negeri paling Asia lah, Vietnam," tuturnya.

Harga yang dipatok Agus bervariasi. Bahkan ada yang harganya mencapai jutaan rupiah.

"Kalau kami menjual dari ratusan sampai jutaan ada, paling tinggi kita jual di harga Rp 9 juta sampai Rp 10 juta. Walaupun tidak menutup kemungkinan ada yang sampai ratusan juta," katanya.



Simak Video "Menengok Kontes Tanaman Hias di Lumajang"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)