Sukses Bisnis Kue, Pria Lulusan Perikanan Ini Raup Omzet hingga Miliaran

Kota Sukabumi

Sukses Bisnis Kue, Pria Lulusan Perikanan Ini Raup Omzet hingga Miliaran

Siti Fatimah - detikJabar
Selasa, 08 Mar 2022 10:49 WIB
Ridwan Darussalam
Ridwan Darussalam (Foto: Siti Fatimah/detikcom).
Sukabumi -

Bekerja tidak sesuai dengan jurusan kuliah bukan berarti gagal dalam karier. Banyak orang sukses di bidang yang sama sekali tidak berhubungan dengan pendidikan yang ditempuhnya.

Salah satunya Ridwan Darussalam. Pria berusia 38 tahun asal Sukabumi ini merupakan lulusan perikanan yang sukses mendirikan bakery di berbagai kota besar. Bahkan, toko kuenya ini menjadi salah satu buah tangan asal Kota Sukabumi yang lebih dikenal dengan bolu pisang Amor Cake & Bakery.

Kepada detikJabar, Ridwan menceritakan awal mula mendirikan bisnis kuenya. Perjalanannya bermula dari dua bidang usaha yaitu perikanan dan kue. Di momen Hari Raya Idul Fitri lah, Ridwan melihat peluang untuk berjualan.


"Sebetulnya saya awalnya lulusan D3 perikanan, lanjut S1 perikanan juga. Terus kemudian pada saat itu menghadapi Idul Fitri kita coba jual cokelat awalnya, kalau orang kan kebanyakan jual kue kering," kata Ridwan, Selasa (8/3/2022).

Perlahan, Ridwan mulai disibukkan dengan orderan cokelatnya hingga usaha di perikanannya tak terurus. Ditambah ia mendapatkan beban untuk membayar biaya sewa.

Di tengah persimpangan jalan itu, ia berfikir untuk menjual asetnya di perikanan dan mulai serius melanjutkan bisnis kuenya. "Saya komitmen udah nggak mau memberatkan orang tua pada saat itu, saya juga masih kontrak rumah. Ujung-ujungnya saya jual bisnis coklat yang tadinya cuman buat Idul Fitri, ubah konsep jadi jual ke warung-warung eceran," ujarnya.

Seperti pengusaha pada umumnya, ia pun melakukan berbagai cara agar bisnisnya tetap bertahan mulai dari mengkreasikan kue tart cheese, pangsit dan lain-lain. Niatnya semakin kuat saat ada teman ayahnya yang bercerita bahwa dari jualan kue bisa menguliahkan anak, memiliki rumah pribadi hingga kendaraan.

"Mimpi saya enggak besar, karena saat itu saya belum mengerti tentang bisnis. Saya murni dagang, dari situ saya mulai pede (percaya diri) dan eksperimen bolu pisang sampai 30 kali, sampai bolu saya lebih enak dari lainnya," tuturnya.

Bolu itu ia jual ke pabrik-pabrik dan dalam waktu enam bulan. Ia kemudian berhasil membuka satu toko di Cikembang, Kabupaten Sukabumi dengan biaya sewa yang terbilang murah. Lambat laun, bisnisnya berkembang dan bisa membuka cabang di Depok, Bogor hingga Jakarta.

"Tahun 2015 saya mulai rekrut tim, mulai yang tadinya UKM karena saya nggak punya pengalaman kerja jadi agak was-was untuk menggaji orang. Akhirnya memberanikan diri rekrutlah awalnya 8 orang, sekarang ada di atas 250 orang," tutunya.

Ridwan mengaku, perjalanannya merintis usaha dari nol tak mudah. Ada banyak pengorbanan dan perjuangan yang harus dilakukan. Apalagi, kemampuannya membuat kue didapat secara otodidak.

"Yang paling berat itu di awal sebetulnya, karena di awal itu kan buat dapur aja masih nggak ada, saat itu saya ngontrak. Mindset saya mandiri, sudah rumah ngontrak kadang modalnya makin lama makin tipis, pusing tiap malam karena mikir terus, sempat mau nyerah 'udah lah kerja sama orang tua' tapi akhirnya nggak," tuturnya.

Ridwan mengungkapkan, untuk modal awalnya merintis usaha bolu ini kurang dari Rp 10 juta. Sekarang, omzetnya bisa mencapai miliaran rupiah.

"Modal awal banget kurang dari Rp 10 juta. Pokoknya omzetnya bagus, to the moon lah meroket," kata dia.

Berkembang Jadi Waralaba

Di usia bisnisnya yang ke 24 ini, Ridwan berkomitmen untuk mengembangkan toko kuenya sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar melalui waralaba (franchise).

"Kita itu dulu masih organik, buka toko sendiri berkembang sampai sekarang. Jadi cara kita supaya cepat berbagi profit dan hasil," kata Ridwan.

"Franchise kita itu kaya supermarket jadi benar-benar dikelola oleh kita. Jadi insyaallah standar kualitas kita jaga, nggak ada istilah beda rasa karena produksinya satu titik. Target kita tahun ini 12 di daerah Jabodetabek," ungkapnya.

Bagi pengusaha muda, Ridwan berpesan untuk bergerak cepat sambil memitigasi risiko berwirausaha. Menurutnya, saat ini kesempatan sangat terbuka lebar bagi anak muda.

"Kalau menurut saya, bicara saran yang penting action. Percuma banyak belajar, banyak pengetahuan tapi kita nggak ambil langkah," imbuhnya.

"Nah yang paling penting adalah kita menentukan risikonya, risiko terburuknya kita bisa mitigasi jangan sampai diluar kemampuan kita. Sekarang kesempatan jadi pengusaha sangat terbuka karena konsepnya sudah digital, tanpa modal pun banyak caranya," pungkasnya.

(mso/bbn)