Hingga pukul 18.00 WIB, Selasa (27/10/2026), polisi mencatat 489 siswa dan guru mengalami dugaan keracunan setelah menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor. Petugas masih menelusuri kemungkinan adanya penerima manfaat lain yang mengalami keluhan serupa.
"Total yang kami catat ada 489 siswa dan guru," kata Kapolsek Dramaga Iptu Agripinus Motani Zalukhu, saat dikonfirmasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah tersebut bertambah dari keterangan sebelumnya yang disampaikan Pemerintah Kabupaten Bogor, yakni 481 siswa dan guru dari SMPN 1 dan SMPN 2 Dramaga yang mendapatkan penanganan medis.
Zalukhu menjelaskan, pendataan sementara baru mencakup kalangan pelajar dan pengajar. Sementara itu, cakupan penerima MBG juga menjangkau masyarakat melalui posyandu.
"Ini di luar penerima manfaat di luar siswa dan guru, karena total penerima manfaat ada 3.000 lebih penerima melalui posyandu-posyandu," ujarnya.
Dengan cakupan distribusi tersebut, kepolisian masih menyisir penerima makanan di luar lingkungan sekolah. Penelusuran dilakukan untuk mengetahui apakah ada warga lain yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan yang dibagikan.
"Kami masih menyisir dan mencari apakah ada penerima manfaat lainnya yang mengalami gejala serupa," kata Zalukhu.
Sebelumnya, para siswa menyantap MBG pada Senin (26/10/2026) pagi. Keluhan mulai muncul sekitar pukul 23.00 WIB, berupa muntah-muntah, sakit perut, hingga badan lemas.
Para pasien kemudian mendapatkan perawatan di Puskesmas Cangkurawok dan sejumlah rumah sakit di wilayah Dramaga. Berdasarkan keterangan Bupati Bogor Rudy Susmanto sebelumnya, sebanyak 22 orang dirujuk ke rumah sakit, sedangkan sebagian pasien lainnya telah diperbolehkan pulang.
Pemkab Bogor menanggung biaya pengobatan mereka. Untuk memastikan penyebab kejadian, Dinas Kesehatan telah mengambil sampel makanan dan minuman guna diperiksa di Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Bogor.
