Respons Santai Menkomdigi soal Ancaman Internet RI Diputus Singapura

Kabar Nasional

Respons Santai Menkomdigi soal Ancaman Internet RI Diputus Singapura

Adi Fida Rahman - detikJabar
Rabu, 28 Okt 2026 12:00 WIB
Ilustrasi Jaringan Internet
Ilustrasi jaringan internet (Foto: Shutterstock).
Bandung -

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid akhirnya buka suara merespons kegaduhan di jagat maya. Hal ini dipicu oleh unggahan viral mantan anggota parlemen Singapura, Calvin Cheng Ern Lee, yang sempat menyinggung wacana pemutusan jalur internet Indonesia.

Menanggapi hal tersebut, Meutya meminta masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing emosi. Ia menegaskan bahwa Indonesia dan Singapura memiliki ketergantungan yang kuat dalam ekosistem konektivitas digital.

Melalui akun Instagram pribadinya, Meutya membeberkan fakta teknis bahwa sebagian besar Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang mendarat di Singapura justru melintasi perairan Indonesia. Artinya, jika jalur tersebut terganggu, Singapura justru akan menanggung dampak yang jauh lebih besar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita tidak perlu geram. Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang mendarat di Singapura, tidak sampai dengan tiba-tiba. Sebagian besar jalurnya melalui perairan Indonesia," tulis Meutya melalui akun Instagram @meutya_hafid, Selasa (27/10/2026).

"Jika terpotong atau dipotong, 80% kapasitas konektivitas Singapura juga terancam lumpuh," sambungnya.

Lebih lanjut, Meutya menyoroti posisi tawar Indonesia yang sangat krusial bagi pasar digital Singapura. Dengan jumlah penduduk yang mencapai 47 kali lipat dari negara tetangga tersebut, Indonesia menjadi magnet utama bagi para investor teknologi global.

"Penduduk Indonesia jumlahnya 47 kali lipat dari Singapura. 267 juta masyarakat terhubung ke internet. Tanpa angka ini, investor perusahaan teknologi global berpotensi angkat kaki dari Singapura," ungkapnya.

Meski memegang posisi tawar yang kuat, Meutya menekankan bahwa infrastruktur digital bukanlah instrumen untuk saling mengancam. Baginya, jaringan internet internasional adalah aset vital yang harus dijaga demi kepentingan bersama.

"Kita tidak boleh berpikir kerdil. Infrastruktur digital adalah sektor yang perlu dijaga bersama, tidak hanya untuk kepentingan kedua negara tapi juga untuk konektivitas global," tegasnya.

Artikel ini sudah tayang di detikInet, baca selengkapnya di sini.

Halaman 3 dari 2


Simak Video "Video Menkomdigi Puji detikcom Gelar Apresiasi Konektivitas Digital 2026"
[Gambas:Video 20detik] (mso/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads