Nasib Tragis Danau Langka di Kanada, Hilang dalam Hitungan Bulan

Kabar Internasional

Nasib Tragis Danau Langka di Kanada, Hilang dalam Hitungan Bulan

Rachmatunnisa - detikJabar
Selasa, 27 Okt 2026 23:00 WIB
Dataran Es Milne: Satelit-satelit merekam dataran es di Arktika terbelah
Dataran Es Milne (Foto: BBC Magazine)
Jakarta -

Sebuah ekosistem langka di Arktik Kanada, Danau Milne Fiord, dinyatakan hilang sepenuhnya setelah lapisan es yang membendungnya runtuh. Para peneliti memastikan bahwa danau epishelf unik ini tidak akan terbentuk kembali dalam kondisi iklim saat ini, menandai hilangnya salah satu fenomena alam paling tidak biasa di kutub utara.

Terletak di Pulau Ellesmere, Nunavut, Danau Milne Fiord bukanlah danau biasa. Perairan ini terbentuk dari lelehan es yang tertahan oleh lapisan es terapung (ice shelf), menciptakan lapisan air tawar yang mengapung di atas air laut yang lebih asin.

Namun, sebagaimana dilansir dari detikInet, keseimbangan ini hancur pada Juli 2020 ketika Milne Ice Shelf pecah dan kehilangan 45 persen luasnya, yang mengakibatkan air tawar di dalamnya terkuras habis ke Samudra Arktik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Laporan terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports pada Agustus 2026 merekonstruksi detik-detik hilangnya danau tersebut. Melalui analisis data satelit dan observasi lapangan selama lebih dari satu dekade, tim peneliti mengonfirmasi bahwa struktur perairan unik tersebut kini telah digantikan oleh air payau.

ADVERTISEMENT

Kehancuran Ekosistem Ganda

Keunikan utama Milne Fiord terletak pada stratifikasi airnya. Lapisan air tawar di bagian atas dan air asin di bawahnya memungkinkan mikroorganisme dari dua dunia berbeda hidup berdampingan dalam satu kolom air.

"Danau epishelf luar biasa karena ekosistem air tawar berada tepat di atas ekosistem laut, hanya dipisahkan oleh batas tipis antara air tawar dan air asin," kata Dr Andrew Hamilton dari University of Alberta, salah satu penulis penelitian, dikutip dari The Brighter Side News.

"Ketika lapisan es pecah, struktur ekologi yang unik itu pun menghilang," lanjutnya.

Data menunjukkan proses pengosongan air tawar terjadi sangat cepat segera setelah es pecah pada musim panas 2020. Saat peneliti kembali melakukan pengukuran pada Juli 2022 hingga pemantauan rutin di tahun 2026 ini, tidak ditemukan tanda-tanda pemulihan lapisan air tawar tersebut.

Indikator Kerusakan Es Arktik

Dr Bernard Laval dari University of British Columbia (UBC) menjelaskan bahwa hilangnya danau ini merupakan sinyal kuat atas tekanan hebat yang dialami lapisan es Arktik.

"Danau epishelf dapat menjadi indikator ketika suatu lapisan es mengalami tekanan, dan itulah yang kami lihat di sini," ujar Laval.

"Data menunjukkan bahwa lapisan es tersebut sedang mengalami kegagalan. Begitu esnya hilang, ekosistemnya ikut hilang. Tidak ada jalan untuk kembali," sambungnya.

Analisis tim menunjukkan bahwa penipisan es sebenarnya telah berlangsung selama puluhan tahun sebelum akhirnya mencapai titik kritis pada 2020. Peristiwa ini sekaligus mematahkan harapan bahwa kawasan "Last Ice Area" di utara Kanada dan Greenland bisa menjadi benteng terakhir yang sepenuhnya aman bagi ekosistem es.

Kawasan ini mencakup Tuvaijuittuq Marine Protected Area, yang dalam bahasa Inuktitut berarti "tempat es tidak pernah mencair". Namun, hilangnya Milne Fiord membuktikan bahwa perubahan lingkungan global tetap mampu menjangkau wilayah paling terpencil sekalipun.

"Ekosistem ini membutuhkan waktu ribuan tahun untuk terbentuk, tetapi hilang hanya dalam hitungan bulan. Dalam skala waktu kehidupan manusia, ekosistem ini tidak akan kembali," kata Jeremie Bonneau dari Université Laval, penulis utama penelitian tersebut.

Kasus ini menjadi peringatan bagi dunia sains bahwa dampak perubahan iklim di Arktik tidak hanya soal mencairnya es, tetapi juga tentang hilangnya habitat unik secara permanen yang mustahil untuk direstorasi.

Artikel ini sudah tayang di detikInet



(rns/dir)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads