Baru-baru ini, sebuah video dari Brasil mendadak jadi perbincangan hangat di media sosial karena menampilkan pemandangan yang sekilas mirip adegan film fantasi. Dalam rekaman tersebut, sebuah air terjun tampak seolah-olah mengalir langsung dari lengkungan pelangi yang menghiasi langit. Meski terlihat seperti keajaiban, fenomena ini sebenarnya punya penjelasan ilmiah yang masuk akal lewat perpaduan kondisi alam dan prinsip optik.
Momen langka ini diabadikan di Gua Casa de Pedra yang berlokasi di Iporanga, negara bagian São Paulo, Brasil. Dalam video tersebut, terlihat aliran air terjun jatuh tepat di tengah bukaan gua dengan latar belakang hutan hijau yang asri. Di atasnya, sebuah lingkaran cahaya warna-warni tampak mengelilingi Matahari, sementara lengkungan warna lainnya menghiasi bagian langit yang lebih rendah.
Melansir detikInet, perpaduan antara aliran air, cahaya Matahari, dan lanskap gua yang unik menciptakan ilusi visual yang luar biasa, seolah air terjun itu bersumber dari pelangi. Pemandangan menakjubkan ini pun langsung mencuri perhatian netizen setelah videonya beredar luas, sebagaimana dikutip dari India Today.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, jika ditelisik lebih dalam, air tersebut sebenarnya mengalir dari celah alami pada batuan di atas pintu masuk gua. Karena posisi perekam berada di dalam gua, aliran air jadi terlihat sejajar dengan langit di luar. Sudut pandang inilah yang membuat batas visual antara air terjun dan langit seolah-olah menghilang.
Ditambah lagi, tetesan air yang terpapar sinar Matahari menciptakan kilauan indah pada aliran tersebut. Saat bersatu dengan lengkungan cahaya di langit, efek visualnya memberikan kesan bahwa air terjun itu terhubung langsung dengan pelangi. Jadi, secara teknis bukan air yang mengalir dari pelangi, melainkan kombinasi sudut pandang, pencahayaan, dan fenomena optik yang menciptakan pemandangan ajaib tersebut.
Mengenal Lingkaran Cahaya di Sekitar Matahari
Salah satu hal menarik dalam video tersebut adalah adanya lingkaran cahaya yang mengelilingi Matahari. Fenomena ini dalam dunia sains dikenal sebagai solar halo atau halo Matahari.
Berdasarkan penjelasan dari Met Office, halo Matahari terbentuk saat cahaya Matahari berinteraksi dengan kristal es kecil yang ada di awan tinggi, seperti awan cirrus atau cirrostratus. Ketika cahaya melewati kristal-kristal es tersebut, terjadi pembiasan yang akhirnya membentuk lingkaran cahaya di sekeliling Matahari.
Perlu diketahui, halo Matahari berbeda dengan pelangi biasa. Pelangi terbentuk saat cahaya Matahari masuk ke dalam tetesan air, lalu dibiaskan dan dipantulkan di dalamnya hingga keluar menjadi komponen warna yang terpisah. Karena melibatkan kristal es di atmosfer dan bukan tetesan air hujan, halo Matahari bisa muncul bahkan saat cuaca sedang tidak hujan.
Selain halo Matahari, rekaman itu juga memperlihatkan lengkungan mirip pelangi di bagian langit yang lebih rendah. Kemungkinan besar, hal ini terjadi karena pembiasan cahaya Matahari oleh tetesan air yang melayang di udara, termasuk kabut tipis di sekitar aliran air terjun tersebut.
National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), badan pemerintah Amerika Serikat yang mengurusi informasi kelautan dan atmosfer, menjelaskan bahwa pelangi memang terbentuk ketika cahaya Matahari masuk ke tetesan air, mengalami pembiasan, lalu terpantul di dalamnya sebelum keluar sebagai spektrum warna.
Meski begitu, tanpa pengamatan atmosfer secara langsung di lokasi, mekanisme pasti dari setiap lengkungan warna dalam video tersebut memang sulit dipastikan 100 persen. Penampakan visual saja terkadang belum cukup untuk mengidentifikasi seluruh fenomena optik yang terekam secara detail.
Pemandangan di Gua Casa de Pedra ini menjadi bukti nyata bagaimana sudut pandang dan interaksi cahaya dengan alam bisa menghasilkan ilusi visual yang memanjakan mata. Apa yang awalnya terlihat seperti air terjun dari negeri dongeng ternyata adalah simfoni alam yang bisa dijelaskan secara sains.
Artikel ini sudah tayang di detikInet
(rns/dir)
