Cerita Ngerinya Amukan Puting Beliung di Padalarang

Kabupaten Bandung Barat

Cerita Ngerinya Amukan Puting Beliung di Padalarang

Whisnu Pradana - detikJabar
Selasa, 27 Okt 2026 13:57 WIB
Warga membersihkan bangunan yang rusak disapu puting beliung.
Warga membersihkan bangunan yang rusak disapu puting beliung. (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar)
Bandung Barat -

Yana Mulyana dibantu anaknya sibuk memilah barang dan perabotan yang masih bisa diselamatkan usai rumahnya porak-poranda disapu angin puting beliung yang terjadi pada Senin (26/10/2026) sore.

Jika dirasa masih bisa dipakai, barang itu kemudian dibawa ke lantai 1 untuk dibersihkan lalu disimpan di tempat aman. Kebetulan bagian rumahnya yang rusak ada di lantai 2, yang biasa ia fungsikan sebagai tempat menjemur pakaian serta teras memandang Padalarang dari ketinggian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Usai sapuan angin puting beliung yang diawali dengan hujan deras, kerusakan lantai 2 rumahnya sangat parah. Temboknya ambruk menimpa atap tetangga, lalu kanopi baja ringan terbang ke rumah warga yang lain di Perumahan Pondok Padalarang Indah (PPI), RT 02/RW 27, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

"Habis semua, rusak parah lantai 2 rumah saya. Ini tuh biasanya buat jemur pakaian ya sekaligus saya ngadem sama keluarga. Tembok ambruk, kanopi terbang," kata Yana saat ditemui, Selasa (27/10/2026).

ADVERTISEMENT

Di hari kejadian, Yana sedang bekerja di daerah Cimahi. Sementara di rumah hanya ada istri dan anaknya. Menurut cerita sang istri, hujan deras turun lebih dulu, disusul angin yang bertiup sangat kencang.

"Kata istri itu awalnya hujan sama angin kencang dulu, terus ada suara gemuruh dari atas menuju ke bawah. Enggak lama katanya ada suara dentuman, ternyata tembok lantai atas rumah saya sudah roboh sama kanopi udah terbang," kata Yana.

Tanpa pikir panjang, keluarganya berlari keluar rumah di tengah hujan. Angin puting beliung itu membentuk pusaran berwarna putih yang terlihat jelas oleh warga. Kepanikan terjadi diiringi teriakan dan tangisan anak-anak.

"Ya panik katanya, soalnya banyak anak kecil di sini kan. Ada yang di luar rumah karena takut kalau di dalam rumah. Alhamdulillah keluarga saya enggak ada korban, hanya rumah rusak saja," kata Yana.

Kejadian ini pertama kali ia alami. Ia berharap ada bantuan dari pemerintah agar bisa segera memperbaiki kerusakan rumahnya. Saat ini, istrinya masih sedikit mengalami trauma ketika hujan disertai angin kencang datang.

"Kebetulan ini sudah hujan lagi, ya trauma masih ada. Cuma kan kita harus mikirin buat perbaikan rumah, mudah-mudahan ada bantuan," kata Yana.

Berdasarkan data BPBD Bandung Barat, total ada sebanyak 520 rumah rusak yang tersebar di 3 desa. Di Desa Jayamekar, sebanyak 95 KK terdampak dengan 95 rumah rusak; 71 rumah rusak ringan dan 24 rusak berat. Lalu di Desa Padalarang, ada 394 KK terdampak dengan 398 rumah rusak; 139 rumah rusak ringan, 161 rumah rusak sedang, 98 rusak berat, serta 1 warga terluka.

Kemudian di Desa Kertajaya, ada 26 KK terdampak dengan 27 rumah rusak. Rinciannya, 9 rumah rusak ringan, 4 rumah rusak sedang, dan 14 rumah rusak berat.

"Total 520-an unit rumah rusak akibat bencana angin puting beliung. Itu tersebar di 3 desa yakni Padalarang, Kertajaya, dan Jayamekar. Tapi paling banyak memang di Desa Padalarang," kata Camat Padalarang, Hendi Setiyadi.

Selain bangunan rumah masyarakat, bencana angin puting beliung juga merusak 9 fasilitas umum meliputi masjid, madrasah, posyandu, kantor ketahanan pangan, hingga bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

"Fasilitas umum yang rusak tersebut 7 unit di Desa Padalarang dan 2 unit di Kertajaya. Untuk total rumah rusak itu ada 125 unit rumah rusak," kata Hendi.

(orb/orb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads