520 Rumah di Padalarang Rusak Diterjang Puting Beliung

520 Rumah di Padalarang Rusak Diterjang Puting Beliung

W - detikJabar
Selasa, 27 Okt 2026 10:40 WIB
Warga membersihkan bangunan yang rusak disapu puting beliung.
Warga membersihkan bangunan yang rusak disapu puting beliung. (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar)
Bandung Barat -

Puting beliung yang melanda sejumlah desa di kawasan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, pada Senin (26/10/2026) sore, menyebabkan 526 rumah rusak.

Kerusakan rumah tersebar di tiga desa. Di Desa Jayamekar, sebanyak 95 kepala keluarga (KK) terdampak dengan 95 rumah rusak, yang terdiri atas 71 rumah rusak ringan dan 24 rumah rusak berat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara di Desa Padalarang, terdapat 394 KK terdampak dengan 398 rumah rusak, dengan rincian 139 rumah rusak ringan, 161 rumah rusak sedang, 98 rumah rusak berat, serta satu warga terluka.

Kemudian di Desa Kertajaya, ada 26 KK terdampak dengan 27 rumah rusak. Rinciannya, 9 rumah rusak ringan, 4 rumah rusak sedang, dan 14 rumah rusak berat.

ADVERTISEMENT

"Total 520-an unit rumah rusak akibat bencana angin puting beliung. Itu tersebar di 3 desa yakni Padalarang, Kertajaya, dan Jayamekar. Tapi paling banyak memang di Desa Padalarang," kata Camat Padalarang, Hendi Setiyadi saat ditemui di lokasi kejadian, Selasa (27/10/2026).

Warga membersihkan bangunan yang rusak disapu puting beliung.Warga membersihkan bangunan yang rusak disapu puting beliung. (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar)

Selain bangunan rumah masyarakat, bencana angin puting beliung juga merusak 9 fasilitas umum meliputi masjid, madrasah, posyandu, kantor ketahanan pangan, hingga bangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).

"Fasilitas umum yang rusak tersebut 7 unit di Desa Padalarang dan 2 unit di Kertajaya. Untuk total rumah rusak itu ada 125 unit rumah rusak," ujar Hendi.

Hendi mengatakan pihaknya sudah melakukan asesmen bersama personel BPBD Bandung Barat dan kepolisian. Warga juga sudah melakukan penanganan kerusakan untuk rumah yang mengalami rusak ringan hingga sedang.

"Kalau yang rumahnya rusak ringan-sedang itu rata-rata langsung diperbaiki oleh pemiliknya. Untuk yang rusak berat, kita cek dulu seperti apa dan koordinasi dengan pemerintah kabupaten. Kemudian personel diterjunkan membantu merapikan dampak kemarin," jelas Hendi.

(orb/orb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads