Dunia sempat digegerkan dengan rumor liar yang menyebut Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, meninggal dunia. Kabar burung yang berseliweran di media sosial itu mengklaim Kim Jong-un sempat mengalami koma akibat pendarahan otak saat menjalani perawatan di China.
Tak berhenti di situ, spekulasi pun makin liar dengan menyebut adik perempuannya, Kim Yo-jong, telah mengambil alih tampuk kekuasaan di Korea Utara.
Menanggapi isu tersebut, Badan Intelijen Nasional Korea Utara atau National Intelligence Service (NIS) akhirnya buka suara dalam rapat tertutup bersama Komite Intelijen Majelis Nasional. NIS menegaskan bahwa rumor kondisi darurat maupun kematian Kim Jong-un sama sekali tidak berdasar dan jauh dari fakta.
Meski menepis isu kematian sang pemimpin, NIS membeberkan bahwa Kim Jong-un memang masuk dalam kelompok risiko tinggi (high-risk group) untuk gangguan kesehatan fatal, terutama penyakit jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular).
Simak Video "Video: Korea Utara Rayakan HUT ke-77 dengan Tarian Massal-Kembang Api"
(mso/mso)