Jabar Hari Ini: Kebakaran Ciremai Meluas ke Majalengka

Tim detikJabar - detikJabar
Jumat, 23 Okt 2026 22:00 WIB
Kebakaran Gunung Ciremai. (Foto: Istimewa)
Bandung -

Berbagai peristiwa menarik terjadi di Jawa Barat hari ini, Jumat (23/10/2026). Beberapa di antaranya memantik perhatian pembaca detikJabar. Kabar soal kebakaran di Gunung Ciremai yang kian meluas, bantahan dokter di Bandung soal kasus pencabulan, hingga kebakaran gudang kayu dan kontrakan di Ciparay, Bandung. Berikut ringkasan artikel yang dihimpun dalam Jabar hari ini.

Kebakaran Gunung Ciremai Meluas

Kebakaran lahan dan hutan di Gunung Ciremai semakin meluas. Kebakaran yang mulai terjadi di Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Rabu malam (21/10/2026) pukul 20.44 WIB, kini mulai memasuki wilayah Kabupaten Majalengka.

Video yang beredar di media sosial memperlihatkan titik api mulai muncul di area perbukitan. Dalam rekaman tersebut disebutkan bahwa api sudah menyebar dari Blok Cidulang, Kuningan, ke Blok Masawah, Majalengka.

"Pantauan dari Bukit Seribu Bintang, titik api dari saya berdiri ini sangat jauh, lumayan sangat jauh. Blok Cidulang juga terlihat ada kepulan asap dan api yang sangat besar. Dan ini sangat besar sekali, sudah masuk daerah Majalengka di persimpangan Masawah, Blok Masawah. Jadi sambung-menyambung ini dari Kuningan ke Majalengka menyebar sangat cepat," tutur suara dalam video tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu, membenarkan bahwa kebakaran hutan sudah mulai merembet ke area Majalengka sejak semalam dan sedang dilakukan pemadaman. Hingga pagi ini, pihaknya masih terus melakukan pemantauan sejauh mana api tersebut menyebar.

"Betul itu, selain di area Kuningan juga di Majalengka juga terjadi kebakaran dan sedang dalam proses pemadaman oleh tim gabungan rekan rekan dari BPBD Majalengka. Cuman untuk update hari ini kita akan gali informasinya lebih lanjut," tutur Indra, Jumat (23/10/2026).

Sementara itu, Ketua Masyarakat Peduli Api (MPA) Silihwangi Majakuning, Nandar Juniar Arif, juga membenarkan api sudah mulai menyebar ke wilayah Majalengka. Ia memaparkan kebakaran yang awalnya ada di Grid 15 M Resor Pasawahan, Kabupaten Kuningan, kini sudah mulai menyebar ke area Gunung Dulang dan Tagog Anjing yang berbatasan langsung dengan Blok Masawah, Kabupaten Majalengka, sejak Kamis malam (22/10).

Angin kencang serta banyaknya lahan kering menjadi penyebab kebakaran tersebut cepat meluas hingga ke Majalengka. "Malam ini kita lagi mengantisipasi kebakaran yang di seputaran Gunung Ciremai yang ada di daerah Gunung Dulang dan Tagog Anjing. Ini sekarang api sudah merambat ke area Majalengka. Karena blok Gunung Dulang tuh kering jadi mudah terbakar," tutur Nandar, Kamis (22/10/2026).

Untuk mencegah api terus membesar, tim gabungan membagi personel ke beberapa titik strategis guna membendung laju api agar tidak semakin turun ke bawah. "Kita di sini berposko di Pos Bukit 1000 Bintang dan tim yang sudah masuk ke Gunung Dulang ada 10 orang yang dipimpin oleh Pak Dodo, dan yang di Tagog Anjing ada KTH Wanakarya dan KTH Payung serta pendakian dan BTNGC yang dipimpin oleh Pak Oman. Dan yang di Situmpuk ada KTH Wanakarya dengan kekuatan personel 20 orang lebih yang mengantisipasi api turun ke bawah," tutur Nandar.

Selain itu, pihaknya akan membangun pos serta camp lapangan demi menyokong kebutuhan logistik tim yang bertugas. "Kita sudah berjibaku dari malam kemarin dan sekarang juga mungkin kita bermalam lagi di BSBI dan mereka yang di Gunung Dulang akan bikin camp di Gunung Dulang dan kita akan support logistik ke sana untuk mereka," tutur Nandar.

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi saat kunjungan ke area hutan Gunung Ciremai yang terbakar memaparkan bahwa pemerintah akan segera menurunkan helikopter untuk melakukan pemadaman di area Gunung Ciremai yang masih terbakar. Ia juga mengimbau masyarakat agar selalu menjaga alam seperti menjaga diri sendiri.

"Saya berkomunikasi dengan Pak Wamenhan dengan jajaran TNI AU, akan segera diturunkan heli untuk melakukan pemadaman melalui water bombing. Mari kita jaga alam secara bersama. Alam adalah diri kita, maka perlakukanlah alam sebagaimana kita memperlakukan diri kita sendiri," pungkas Dedi.

Dokter di Bandung Bantah Cabuli Anaknya

Tim Ditreskrimum Polda Jabar berhasil meringkus seorang oknum dokter berinisial IS di Bekasi yang diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap anak kandungnya sendiri yang masih berusia empat tahun di Bandung.

Dirreskrimum Polda Jabar melalui jajaran PPA mengatakan, tersangka tidak mengakui perbuatan cabul yang dilakukan terhadap anaknya. "Pada saat pemeriksaan kemarin, memang pelaku atau terduga ini tidak mengakui itu dia lakukan. Tidak mengakui itu dia melakukan terhadap anaknya karena menurut pengakuan tersangka dia sangat sayang sama anaknya," kata Rumi, Jumat (23/11/2026).

Ketika disinggung mengenai korban yang sempat diperlihatkan video oleh ayahnya, Rumi menyatakan keterangan tersebut juga disampaikan ibu korban. "Ya sementara kita masih berpegang pada keterangan ibu korban. Memang si anak bercerita dia melihat itu dari ponsel ayahnya," ujarnya.

Namun, penyidik belum mendapatkan informasi mengapa anak itu bisa tertarik melihat konten pornografi tersebut. "Nah, bagaimana anak bisa melihat itu, kita belum bisa mendalami karena anak masih dalam proses pemulihan trauma di rumah aman. Nanti kita akan mendalami ke arah sana," tuturnya.

Dalam kasus ini, tersangka disangkakan Pasal 415 huruf b Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman pidana penjara paling lama 9 (sembilan) tahun bagi setiap orang yang melakukan perbuatan cabul dengan seseorang yang diketahui atau patut diduga anak.

Lalu, Pasal 473 ayat (2) huruf b terkait tindak pidana perkosaan, dengan ancaman pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) yang meliputi perbuatan persetubuhan terhadap anak, dengan pemberatan jika korban adalah anak kandung.

Gudang Kayu dan Kontrakan 11 Kamar Terbakar di Babakan Ciparay, Bandung

Gudang kayu hingga rumah kontrakan yang berada di Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, terbakar. Api yang membakar bangunan itu berhasil dipadamkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kota Bandung.

Dari informasi yang diterima, kejadian kebakaran ini terjadi di Jalan H Jakaria, RT 09, RW 01, Kelurahan Sukahaji, Kecamatan Babakan Ciparay, Jumat (23/10/2026) sekitar pukul 05.00 WIB. "Obyek terbakar gudang kayu dan rumah kontrakan," kata Kabid Penyelamatan Disdamkarmatan Kota Bandung Imannuel dikonfirmasi detikJabar.

Imannuel menyebut rumah kontrakan yang terbakar memiliki 11 kamar yang dihuni oleh 11 KK. "11 KK, dengan penghuni 46 jiwa," ujarnya.

Imannuel mengungkapkan, awal mula api muncul di gudang kayu. "Kronologi kejadian menurut keterangan warga, api sudah membesar diduga berasal dari gudang kayu dan rongsok yang terus membesar merambat ke rumah kontrakan yang berada disampingnya. Warga yang melihat kejadian tersebut langsung menghubungi Emergency Call 022-113 Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bandung," ungkapnya.

Imannuel menambahkan, tidak ada korban dalam kejadian ini. Pihaknya juga masih belum memastikan penyebab kebakaran tersebut. "Penyebab masih dalam penyelidikan pihak terkait," tambahnya.

Imannuel menjelaskan, penanganan dimulai pada pukul 05.21 WIB. Setiba di lokasi, petugas melakukan penyekatan dari arah atas, kiri, dan kanan untuk membatasi perambatan api serta melakukan pemadaman pada area gudang kayu/rongsok dan rumah kontrakan yang terbakar.

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan overhaul untuk memastikan tidak terdapat titik api maupun bara yang masih menyala pada bangunan rumah kontrakan dan gudang. Selanjutnya, petugas melakukan proses pendinginan hingga area kebakaran dinyatakan aman dan tidak terdapat potensi penyalaan kembali.

"Penanganan usai pada pukul 07.40 WIB, dengan waktu penanganan selama 2 jam 19 menit. Setelah seluruh rangkaian penanganan selesai, petugas kembali ke Mako Disdamkarmatan Kota Bandung," pungkasnya.

Imbas Kasus Dugaan Keracunan MBG, Kepala SPPG di Cirebon Dicopot

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kelurahan Kalijaga, Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, dicopot dari jabatannya. Pencopotan ini dilakukan imbas dugaan keracunan yang menimpa ratusan penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG), termasuk siswa sekolah.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Cirebon, Yulian Septa Pratama, mengatakan pencopotan tersebut merupakan sanksi yang diberikan kepada kepala SPPG tersebut. Namun, proses pemeriksaan terhadap yang bersangkutan masih berlanjut untuk menentukan sanksi berikutnya.

"Untuk saat ini, yang bersangkutan sudah dicopot dari (jabatan) Kepala SPPG. Cuma tetap akan ada tindak lanjut berdasarkan hasil pemeriksaan nanti," kata Yulian di Cirebon, Jumat (23/10/2026).

Menurutnya, pencopotan itu berkaitan dengan temuan dalam pengelolaan dapur MBG, khususnya soal pengadaan dan pengolahan bahan makanan. Kepala SPPG diketahui mengaku membeli telur puyuh dari pihak luar.

Padahal, kata Yulian, berdasarkan petunjuk teknis (juknis) yang berlaku, bahan makanan untuk program MBG seharusnya diproses dan diolah di dapur SPPG. "Iya, itu sudah jadi satu poin temuan. Kepala SPPG mengaku membeli telur puyuh dari pihak di luar SPPG, yang seharusnya seluruh bahan makanan itu sesuai juknis diproses dan diolah di dapur," ujarnya.

Yulian menegaskan, pihaknya masih akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan sanksi terhadap yang bersangkutan. Jika terbukti melakukan kelalaian, sanksi akan diberikan sesuai ketentuan yang berlaku.

Di sisi lain, dapur MBG di Kelurahan Kalijaga tersebut juga terancam ditutup permanen. Saat ini, operasional SPPG telah dihentikan sementara hingga waktu yang belum ditentukan.

Menurut Yulian, investigasi terhadap dapur MBG tersebut sudah dilakukan. Pemeriksaan mencakup kondisi fisik dapur, manajemen, hingga pengelolaan SPPG. "Untuk saat ini, SPPG sudah berhenti beroperasional sampai batas waktu yang belum kami tentukan, menunggu hasil investigasi dari Kedeputian Pemantauan dan Pengawasan," jelasnya.

Menurut Yulian, penutupan permanen menjadi salah satu sanksi terberat yang bisa dijatuhkan. Namun, keputusan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dan hasil investigasi tim. "Bisa sampai tutup permanen sebenarnya. Tapi itu masih menunggu hasil lab dan hasil investigasi kemarin," ungkapnya.

Meski temuan soal telur puyuh menjadi salah satu perhatian, Yulian mengatakan penyebab pasti dugaan keracunan yang menimpa ratusan penerima manfaat belum bisa dipastikan. Sejumlah sampel makanan lain, seperti nasi dan menu lainnya turut diperiksa. Sampel air juga telah diambil untuk memastikan tidak ada faktor lain yang terlewat. "Memang masih dugaan, meskipun mungkin itu yang paling kuat, tapi kami masih menunggu hasil lab," katanya.

Diketahui, jumlah korban dugaan keracunan menu MBG di Kota Cirebon tercatat mencapai ratusan orang, termasuk di antaranya merupakan anak-anak sekolah. Pada Kamis (22/10), Dinas Kesehatan Kota Cirebon mencatat jumlah korban dugaan keracunan MBG di daerahnya mencapai 395 orang. Jumlah itu bertambah 64 orang dibandingkan data sehari sebelumnya yang tercatat sebanyak 331 orang.

"(Jumlah korban) di angka 395, hari sebelumnya itu di 331. Jadi ada penambahan 64," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon Siti Maria.

Siti Maria menyebut korban dugaan keracunan ini mayoritas terdiri dari anak-anak sekolah tingkat TK hingga SD. Selain itu ada juga orang dewasa, lansia hingga balita. "Anak-anak paling banyak. Usia TK paling tinggi, kedua SD. Selain itu, ada yang dewasa, ada balita, ada juga nenek-nenek," kata dia.

Siti Maria mengatakan menu sup telur puyuh menjadi salah satu makanan yang banyak dikeluhkan oleh para korban dugaan keracunan MBG di Kota Cirebon. Ia menyebut, berdasarkan hasil wawancara langsung yang dilakukan petugas kepada para korban, banyak di antara mereka yang mengeluhkan rasa kuah sup yang asam.

"Kalau sejauh dari hasil anamnesa dan wawancara langsung, itu rata-rata mengeluhkan sup telur puyuh. Informasinya asam," kata Siti Maria.

Meski begitu, untuk memastikan penyebabnya, pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan yang telah diambil.

Dirut BUMD PT BDS Dituntut 16 Tahun Bui di Kasus Korupsi Bisnis Daging Ayam

Kasus korupsi yang terjadi di lingkungan BUMD Kabupaten Bandung, PT Bandung Daya Sentosa (Perseroda), berlanjut. Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut Direktur Utama PT BDS, Yanuar Budinorman, dengan hukuman pidana 16 tahun penjara.

Tuntutan itu dibacakan JPU di Pengadilan Tipikor Bandung pada Kamis (22/10) kemarin. Yanuar dinilai bersalah dalam kasus korupsi kerja sama pengadaan ayam boneless dada (BLD) dan daging kerbau hingga merugikan keuangan negara Rp 128,5 miliar.

"Menuntut, agar majelis hakim yang menangani perkara ini menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan hukuman 16 tahun kurungan penjara, dengan denda Rp 1 miliar subsider 190 kurungan," kata Jaksa dikutip Jumat (23/10/2026).

Selain pidana badan, Yanuar dituntut membayar uang pengganti senilai Rp 203 juta. Jika uang tersebut tidak mampu dibayar, maka akan diganti dengan hukuman 8 tahun kurungan penjara.

Sementara itu, tuntutan lebih tinggi dijatuhkan kepada Direktur PT Cahaya Frozen Raya, Castam. Dia dituntut selama 18 tahun dengan denda Rp 1 miliar subsider 190 hari kurungan."Menuntut terdakwa Castam selama 18 tahun kurungan penjara," ucap Jaksa.




(sya/iqk)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork