Amuk Api Ciremai Merembet ke Majalengka, Water Bombing Dikerahkan

Round-Up

Amuk Api Ciremai Merembet ke Majalengka, Water Bombing Dikerahkan

Tim detikJabar - detikJabar
Sabtu, 24 Okt 2026 07:30 WIB
Kebakaran Gunung Ciremai.
Kebakaran Gunung Ciremai (Foto: Istimewa).
Bandung -

Kobaran api yang melalap kawasan hutan dan lahan di Gunung Ciremai kian tak terkendali. Bermula dari area Pasawahan, Kabupaten Kuningan, pada Rabu (21/10/2026) malam, lidah api kini terus merangsek meluas hingga menembus wilayah administratif Kabupaten Majalengka.

Kepulan asap pekat dan pijaran merah di perbukitan sempat terekam dalam video amatir warga yang viral di media sosial. Dari pantauan visual di Bukit Seribu Bintang, si jago merah dilaporkan bergerak cepat menyusuri lereng dari Blok Cidulang di Kuningan menuju Blok Masawah di Majalengka akibat embusan angin kencang dan tebalnya serasah kering.

"Pantauan dari Bukit Seribu Bintang, titik api dari saya berdiri ini sangat jauh, lumayan sangat jauh. Blok Cidulang juga terlihat ada kepulan asap dan api yang sangat besar. Dan ini sangat besar sekali, sudah masuk daerah Majalengka di persimpangan Masawah, Blok Masawah. Jadi sambung-menyambung ini dari Kuningan ke Majalengka menyebar sangat cepat," tutur suara dalam video tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan Indra Bayu membenarkan perambatan api lintas kabupaten tersebut. Upaya pemadaman kini dilakukan secara terpadu bersama tim gabungan di perbatasan.

ADVERTISEMENT

"Betul itu, selain di area Kuningan juga di Majalengka juga terjadi kebakaran dan sedang dalam proses pemadaman oleh tim gabungan rekan rekan dari BPBD Majalengka. Cuman untuk update hari ini kita akan gali informasinya lebih lanjut," tutur Indra,Jumat (23/10/2026).

Di garda depan pemadaman darat, Masyarakat Peduli Api (MPA) Silihwangi Majakuning bersama Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) dan unsur masyarakat terus berjibaku di medan terjal.

Ketua MPA Silihwangi Majakuning Nandar Juniar Arif memaparkan kebakaran yang mulanya berkobar di Grid 15 M Resor Pasawahan telah merayap ke kawasan Gunung Dulang serta Tagog Anjing yang menempel langsung dengan Blok Masawah.

"Malam ini kita lagi mengantisipasi kebakaran yang di seputaran Gunung Ciremai yang ada di daerah Gunung Dulang dan Tagog Anjing. Ini sekarang api sudah merambat ke area Majalengka. Karena blok Gunung Dulang tuh kering jadi mudah terbakar," tutur Nandar, Kamis (22/10/2026).

Guna mencegah kobaran api merosot ke permukiman bawah, puluhan personel disebar ke sejumlah pos sekat di tengah keterbatasan medan.

"Kita di sini berposko di Pos Bukit 1000 Bintang dan tim yang sudah masuk ke Gunung Dulang ada 10 orang yang dipimpin oleh Pak Dodo, dan yang di Tagog Anjing ada KTH Wanakarya dan KTH Payung serta pendakian dan BTNGC yang dipimpin oleh Pak Oman. Dan yang di Situmpuk ada KTH Wanakarya dengan kekuatan personel 20 orang lebih yang mengantisipasi api turun ke bawah," tutur Nandar.

Mengingat pemadaman bakal memakan waktu berhari-hari di punggungan bukit, jalur suplai dan tempat istirahat darurat didirikan langsung di ketinggian.

"Kita sudah berjibaku dari malam kemarin dan sekarang juga mungkin kita bermalam lagi di BSBI dan mereka yang di Gunung Dulang akan bikin camp di Gunung Dulang dan kita akan support logistik ke sana untuk mereka," tutur Nandar.

Situasi kritis di lereng atap Jawa Barat ini menyedot perhatian Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Saat meninjau kawasan hutan yang terbakar, pria yang akrab disapa KDM itu menegaskan bahwa pemerintah bergerak cepat meminta bantuan armada udara guna membendung api di titik-titik curam yang mustahil ditembus jalur darat.

"Saya berkomunikasi dengan Pak Wamenhan dengan jajaran TNI AU, akan segera diturunkan heli untuk melakukan pemadaman melalui water bombing. Mari kita jaga alam secara bersama. Alam adalah diri kita, maka perlakukanlah alam sebagaimana kita memperlakukan diri kita sendiri," pungkas Dedi.

KDM memastikan armada helikopter water bombing sudah mulai mengudara mengguyur titik-titik api utama dari langit sejak Jumat pagi.

"Hari ini heli (beroperasi) udah pakai apa namanya, water bombing, sudah turun," kata Dedi di Gedung Pakuan, Jumat (23/10/2026).

Mantan Bupati Purwakarta itu bahkan menaiki langsung helikopter untuk memetakan koordinat bara api sekaligus mengoreksi taksiran luasan lahan yang terdampak kebakaran.

"Tadi saya kan keliling dengan naik heli, memastikan titik-titik yang menjadi perintah. Sore ini selesai dan itu sudah menurun dan bukan 60 hektar ya, itu 30 hektare. Yang terbakar 30. Yang tersisa setelah kemarin ditangani tinggal 20% lagi. Itu pun pada titik-titik api yang tidak terlalu rawan dan agar itu tidak terus meluas, maka digunakan heli yang bantuan dari Kemhan, Mabes TNI, kemudian Angkatan Udara, dan BNPB. Jadi kita kerja barenglah untuk menyelesaikan Ciremai dengan cepat. Dan ingat waktunya cuma dua hari selesai," ungkap KDM.

Menurut KDM, mengandalkan pemadaman manual di puncak Ciremai sangat berisiko dan terkendala ketiadaan pasokan air di lereng vertikal.

"Ya, kalau manual, naik ke gunungnya gimana? Terus kemudian di gunung di puncaknya madamin apinya pakai apa? Sumber airnya kan enggak ada. Andai kata pun punya alat, berapa orang yang punya kemampuan naik, nanjak ke puncak gunung ini kan beda ya. Jadi kalau di Kalimantan, Kalimantan itu kan ke samping tanahnya. Kalau ini kan ke atas," jelasnya.

Kendati demikian, kerja darat tetap digulirkan pada area yang masih terjangkau. KDM mengerahkan ratusan warga untuk membersihkan saluran sungai alamiah agar berfungsi sebagai sekat bakar alami penahan laju api.

"Sungai kalau di daerah Kalimantan kan digali dulu untuk kanal. Kalau di hutan-hutan di Jawa Barat tuh kanal itu sudah ada. Nah, sehingga hari ini ada 500 orang yang saya gerakkan untuk memfungsikan kembali kanal. Diangkatin sampah-sampahnya sehingga nanti kalau ada air turun, kanal tuh nanti menutupi aliran gunung, sehingga kalau ada kebakaran enggak bisa nyebrang," terangnya.

Pembersihan tumpukan ranting dan bambu kering yang menyumbat alur sungai purba di lereng gunung tersebut dinilai sebagai cara paling efektif untuk memutus bahan bakar rambatan api.

"Nah, sekarang kanalnya itu ditutupi oleh bambu yang kering, kayu yang kering. Nah, ini pendekatan alamiahnya. Dan insyaallah lah selesai," tambahnya.

Mengenai pemicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), KDM menduga insiden ini tak lepas dari kebiasaan warga atau petani yang membakar vegetasi ilalang menjelang musim tanam penghujan.

"Ya, mungkin ada yang bakar ilalang karena mau menjelang November. Kan orang biasa petani suka nanem barengan. Jadi nanti enggak boleh lagi," tutunya.

Selain persoalan kebakaran lahan, KDM turut menyoroti maraknya tindak pidana pembalakan liar kayu sonokeling di kawasan konservasi Gunung Ciremai. Ia bahkan secara terbuka menggelar sayembara berhadiah uang tunai bagi siapa saja yang berhasil membongkar komplotan pembalak liar tersebut.

"Dan kemarin juga saya umumkan, kan suka ada pencurian sonokeling. Siapa yang bisa nanti menyampaikan informasi para pencuri sonokeling, saya kasih hadiah Rp10 juta," pungkasnya.

Halaman 3 dari 2


Simak Video "Video: 64 Pesawat Perkuat Operasi Pemadaman Karhutla"
[Gambas:Video 20detik] (sya/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads