Dedi Mulyadi: Helikopter Diturunkan untuk Padamkan Karhutla di Ciremai

Dedi Mulyadi: Helikopter Diturunkan untuk Padamkan Karhutla di Ciremai

Wisma Putra - detikJabar
Jumat, 23 Okt 2026 15:30 WIB
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi
Gubernur Jabar Dedi Mulyadi (Foto: Wisma Putra/detikJabar).
Bandung -

Kebakaran hutan dan lahan di Gunung Ciremai semakin parah dan meluas ke wilayah Kabupaten Majalengka. Sebelumnya, kebakaran ini bermula di Pasawahan, Kabupaten Kuningan.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, karena medan yang terjal, pemadaman lahan itu harus menggunakan helikopter.

"Hari ini heli (beropersi) udah pakai apa namanya, water bombing, sudah turun," kata Dedi di Gedung Pakuan, Jumat (23/10/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan menurut pria yang karib disapa KDM ini, dia juga sudah meninjau langsung dengan menaiki helikopter.

ADVERTISEMENT

"Tadi saya kan keliling dengan naik heli, memastikan titik-titik yang menjadi perintah. Sore ini selesai dan itu sudah menurun dan bukan 60 hektar ya, itu 30 hektare. Yang terbakar 30. Yang tersisa setelah kemarin ditangani tinggal 20% lagi. Itu pun pada titik-titik api yang tidak terlalu rawan dan agar itu tidak terus meluas, maka digunakan heli yang bantuan dari Kemhan, Mabes TNI, kemudian Angkatan Udara, dan BNPB. Jadi kita kerja barenglah untuk menyelesaikan Ciremai dengan cepat. Dan ingat waktunya cuma dua hari selesai," ungkap KDM.

KDM sebut, pemadaman sulit digunakan dengan cara manual pasalnya lokasi kebakaran ada di buncak gunung.

"Ya, kalau manual, naik ke gunungnya gimana? Terus kemudian di gunung di puncaknya madamin apinya pakai apa? Sumber airnya kan enggak ada. Andai kata pun punya alat, berapa orang yang punya kemampuan naik, nanjak ke puncak gunung ini kan beda ya. Jadi kalau di Kalimantan, Kalimantan itu kan ke samping tanahnya. Kalau ini kan ke atas," jelasnya.

KDM sebut, pemadaman dengan cara manual dilakukan dititik yang terjangkau dengan cara menyekat dan memfungsikan kembali sungai. Ternyata menurut KDM, di hutan itu secara alamiah ada sungai.

"Sungai kalau di daerah Kalimantan kan digali dulu untuk kanal. Kalau di hutan-hutan di Jawa Barat tuh kanal itu sudah ada. Nah, sehingga hari ini ada 500 orang yang saya gerakkan untuk memfungsikan kembali kanal. Diangkatin sampah-sampahnya sehingga nanti kalau ada air turun, kanal tuh nanti menutupi aliran gunung, sehingga kalau ada kebakaran enggak bisa nyebrang," terangnya.

"Nah, sekarang kanalnya itu ditutupi oleh bambu yang kering, kayu yang kering. Nah, ini pendekatan alamiahnya. Dan insyaallah lah selesai," tambahnya.

Belum diketahui penyebab karhutla ini, namun KDM menilai ada yang membakar ilalang.

"Ya, mungkin ada yang bakar ilalang karena mau menjelang November. Kan orang biasa petani suka nanem barengan. Jadi nanti enggak boleh lagi," tutunya.

KDM juga menyebut, jika terjadi penebangan pohon liar di kawasan Ciremai.

"Dan kemarin juga saya umumkan, kan suka ada pencurian sonokeling. Siapa yang bisa nanti menyampaikan informasi para pencuri sonokeling, saya kasih hadiah Rp10 juta," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: 64 Pesawat Perkuat Operasi Pemadaman Karhutla"
[Gambas:Video 20detik] (wip/mso)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads