Jagat media sosial dihebohkan oleh video seorang anak yang dipakaikan kostum badut oleh orang tuanya di kawasan Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung.
Dalam video yang beredar luas dan menuai simpati publik tersebut, sang bocah tampak kelelahan hingga tertidur lelap dengan mengenakan kostum badut Doraemon berwarna merah muda.
Unggahan yang menarasikan dugaan eksploitasi anak untuk mengamen itu memicu kecaman luas dari kalangan warganet. Merespons kehebohan tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan turun tangan dan memastikan aparat kewilayahan bergerak cepat menindaklanjuti kasus tersebut sesuai instruksi pemerintah provinsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut 5 fakta viral anak berkostum badut di Bandung yang dirangkum detikJabar, Kamis (22/10/2026):
1. Viral di Media Sosial, Anak Tertidur Pakai Kostum Doraemon Pink
Video tersebut mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah memperlihatkan kondisi seorang anak yang tampak letih.
Dalam rekaman, anak tersebut mengenakan kostum badut Doraemon merah muda di area Sport Jabar Arcamanik dan dinarasikan dipaksa mengamen oleh sang ibu hingga ketiduran karena kelelahan.
2. Wali Kota Bandung Respons Arahan Gubernur Terkait Gepeng
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan pihaknya menaruh atensi serius terhadap masalah pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS). Langkah intervensi ini sejalan dengan arahan Gubernur Jawa Barat agar pemerintah daerah tidak memberi ruang bagi aktivitas gelandangan dan pengemis di ruang publik.
"Pak Gubernur sudah mengarahkan agar hal-hal tersebut yang sifatnya memberi ruang kepada gepeng ya, gelandangan dan pengemis, atau istilahnya sekarang adalah kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian kesejahteraan sosial ini agar betul-betul diperhatikan," katanya, Kamis (22/10/2026).
3. Upaya Identifikasi dan Penertiban Pengemis Jalanan
Menindaklanjuti video viral tersebut, Pemkot Bandung berupaya melacak identitas orang tua dan sang anak agar penanganan sosial dapat segera diberikan demi menyetop profesi mengemis di jalanan kota.
"Di Bandung khususnya, kami sudah diberi pesan oleh Pak Gubernur untuk betul-betul menghindarkan diri atau menghentikan tindakan-tindakan berprofesi pengemis. Nah, ini yang sedang kita pastikan agar kita bisa identifikasi," ungkapnya menambahkan.
4. Dilema Penertiban dan Alasan Pengemis Kerap Kembali ke Jalan
Farhan mengakui persoalan pengemis dan gelandangan bukan hal baru di wilayahnya. Penertiban berulang kali telah dilakukan jajaran pemerintah daerah, namun godaan penghasilan membuat para pelaku jalanan kerap kembali mengulangi profesi serupa.
"Kalau kasus seperti itu banyak sering terjadi, kami sudah sering menertibkan bahwa mereka balik lagi balik lagi. Ya, istilahnya kita pun tidak pernah boleh berhenti menghentikan," ucapnya.
"Banyak orang yang bilang kenapa enggak dikasih kerjaan aja. Ya, tidak semudah itu, karena mereka juga sudah terbiasa dengan pekerjaannya dengan penghasilan yang tinggi. Jadi mereka akan balik lagi balik lagi," tuturnya.
5. Instruksikan Kasi Trantibmas Kelurahan Langsung Bergerak
Tanpa menunggu lama, Farhan memerintahkan aparatur di tingkat kewilayahan untuk segera menelusuri lokasi kejadian dan mengamankan pihak terkait guna penanganan lebih lanjut.
"Langsung, pasti itu mah. Pokoknya Kasi Trantibmas di kelurahan harus segera bergerak," pungkasnya.
Simak Video "Menginap di Hotel Nyaman di Bandung, Menikmati Liburan "
[Gambas:Video 20detik] (sya/mso)
