Peringatan Hari Santri di Sukabumi DIwarnai Insiden Tenda Roboh

Peringatan Hari Santri di Sukabumi DIwarnai Insiden Tenda Roboh

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Kamis, 22 Okt 2026 12:29 WIB
a female senior nurse or matron is  chatting to a young  a young student nurse is attending to the dressings trolley at the foot of a patients bed . They are all defocussed apart from the patients hand in the foreground.
Ilustrasi pasien. (Foto: Getty Images/sturti)
Sukabumi -

Peringatan Hari Santri tingkat Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, diwarnai insiden robohnya salah satu tenda peserta akibat hempasan angin kencang. Peristiwa itu mengakibatkan sejumlah peserta perempuan mengalami luka lecet ringan.

Video suasana kepanikan warga di sekitar mobil ambulans usai insiden itu sempat terekam dan beredar di media sosial.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menanggapi hal tersebut, pihak pemerintah setempat memastikan situasi telah terkendali dan tidak ada luka fatal. Camat Ciracap, Rukman Taufik, menjelaskan peristiwa berlangsung di Lapangan Desa Gunungbatu yang menjadi lokasi pelaksanaan upacara bergiliran pada tahun ini.

"Angin di lapangan memang cukup kencang. Tendanya kan dipisah per desa dan ukurannya kecil, kapasitas sekitar 20 orang. Roboh biasa tertiup angin, cuma kebetulan di bawahnya ada peserta ibu-ibu," jelas Rukman saat dikonfirmasi detikJabar, Kamis (22/10/2026).

ADVERTISEMENT

Akibat kejadian itu, sekitar 3 hingga 4 orang mengalami luka lecet dan sempat mengalami syok. Seluruh korban langsung dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis pertama.

"Sekitar 3 atau 4 orang mengalami lecet-lecet. Sudah langsung ditangani petugas medis, dibawa ke Pustu (Puskesmas Pembantu) dan diobati. Kondisinya sudah teratasi," ucapnya.

Rukman juga meluruskan keberadaan armada ambulans Desa Mekarsari yang tampak dalam rekaman video amatir.

Menurutnya, kendaraan operasional tersebut bukan baru didatangkan secara darurat dalam jumlah besar, melainkan memang telah disiagakan oleh tiap perwakilan desa sejak awal rangkaian acara.

"Ambulans itu memang dibawa dan disiagakan oleh masing-masing desa selama kegiatan berlangsung," tutup Rukman.

(sya/orb)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads