Peringatan Hari Santri tingkat Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, diwarnai insiden robohnya salah satu tenda peserta akibat hempasan angin kencang. Peristiwa itu mengakibatkan sejumlah peserta perempuan mengalami luka lecet ringan.
Video suasana kepanikan warga di sekitar mobil ambulans usai insiden itu sempat terekam dan beredar di media sosial.
Baca juga: Khidmat Hari Santri di Tasikmalaya |
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menanggapi hal tersebut, pihak pemerintah setempat memastikan situasi telah terkendali dan tidak ada luka fatal. Camat Ciracap, Rukman Taufik, menjelaskan peristiwa berlangsung di Lapangan Desa Gunungbatu yang menjadi lokasi pelaksanaan upacara bergiliran pada tahun ini.
"Angin di lapangan memang cukup kencang. Tendanya kan dipisah per desa dan ukurannya kecil, kapasitas sekitar 20 orang. Roboh biasa tertiup angin, cuma kebetulan di bawahnya ada peserta ibu-ibu," jelas Rukman saat dikonfirmasi detikJabar, Kamis (22/10/2026).
Akibat kejadian itu, sekitar 3 hingga 4 orang mengalami luka lecet dan sempat mengalami syok. Seluruh korban langsung dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis pertama.
"Sekitar 3 atau 4 orang mengalami lecet-lecet. Sudah langsung ditangani petugas medis, dibawa ke Pustu (Puskesmas Pembantu) dan diobati. Kondisinya sudah teratasi," ucapnya.
Rukman juga meluruskan keberadaan armada ambulans Desa Mekarsari yang tampak dalam rekaman video amatir.
Baca juga: Kondisi Korban Pencabulan Dokter di Bandung |
Menurutnya, kendaraan operasional tersebut bukan baru didatangkan secara darurat dalam jumlah besar, melainkan memang telah disiagakan oleh tiap perwakilan desa sejak awal rangkaian acara.
"Ambulans itu memang dibawa dan disiagakan oleh masing-masing desa selama kegiatan berlangsung," tutup Rukman.
(sya/orb)
