Ribuan santri di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mengikuti upacara Hari Santri Nasional 2026 dengan khidmat di halaman Kantor Bupati Tasikmalaya, Kamis (22/10/2026). Di tengah cuaca terik yang menyengat, mereka tetap berdiri tegak mengikuti jalannya prosesi. Meski begitu, sejumlah santriwati sempat dievakuasi ke pinggir lapangan karena kelelahan dan merasa kurang sehat.
"Saya pegel pak, sarapan mah udah, tapi yah agak pusing juga," kata Salma, salah satu santri.
Kabupaten Tasikmalaya yang dikenal sebagai daerah seribu pesantren memang selalu tampil meriah setiap peringatan Hari Santri. Ratusan ribu santri dari berbagai penjuru Indonesia bermukim di sini untuk menuntut ilmu agama. Tak heran jika apel tahun ini berubah menjadi lautan sarung, peci, dan kerudung putih yang memadati area lapangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, ada yang berbeda dalam peringatan tahun ini. Sejumlah santri turut menyuarakan keprihatinan mereka terhadap bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kalimantan dan Sumatera.
Salah seorang santri, Anisa Putri, mengaku prihatin dengan kabut asap yang tak kunjung usai. Ia berharap pemerintah tidak hanya sekadar berwacana dalam menangani persoalan tersebut.
"Harapan dari kami ingin pemerintah amanah dalam menjalankan tugas, tidak hanya bicara. Harapannya segera ditangani supaya sebagai rakyat lebih aman lagi, bisa tentram," ujar Anisa di sela upacara.
Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, yang bertindak sebagai pembina upacara mengungkapkan bahwa peringatan Hari Santri di Tasikmalaya selalu memiliki kekhasan tersendiri. Selain upacara, pihaknya menggelar berbagai rangkaian kegiatan mulai dari kirab santri, seminar kebangsaan, hingga ziarah ke makam para ulama kharismatik.
"Jadi alhamdulillah Hari Santri kita, Tasikmalaya kan terkenal banyak ulama besar, kami ziarahi," kata Cecep.
Menurutnya, semangat santri di Tasikmalaya tidak pernah padam. Meski cuaca terik, antusiasme ribuan santri yang hadir menjadi bukti nyata bahwa nilai-nilai perjuangan santri masih terus hidup dan relevan.
"Ini adalah bentuk penghormatan kita kepada para ulama dan santri yang telah berjuang untuk kemerdekaan bangsa," pungkasnya.
Rangkaian Hari Santri Nasional di Tasikmalaya sendiri dijadwalkan akan berlangsung selama sepekan dengan berbagai agenda kegiatan keagamaan dan kebudayaan.
(orb/orb)
