Kota Cimahi dihadapkan pada sederet masalah yang mesti segera dicari solusinya. Salah satu yang sempat jadi sorotan yakni keberadaan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) atau tunawisma.
Beberapa titik yang menjadi lokasi mangkal para tunawisma tersebut di antaranya Jalan Urip Sumohardjo, Jalan Gatot Subroto, Taman Sriwijaya, Jalan Gandawijaya, serta kawasan Alun-alun Kota Cimahi.
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira mengatakan para tunawisma yang ada di Kota Cimahi mayoritas berasal dari luar daerah, seperti Cirebon, Indramayu, hingga paling dekat yakni dari Kabupaten Bandung Barat (KBB).
"Betul, keberadaan tunawisma ini bahkan jadi perhatian Pak KDM, karena memang perlu dicari solusinya. Ini mereka dari luar daerah, kemarin saya sempat ngobrol sama tunawisma namanya Ibu Yayah, dia dari Cikalongwetan, KBB. Di sini sama suaminya," kata Adhitia saat ditemui, Kamis (22/10/2026).
Jumlah tunawisma yang ada di Kota Cimahi sebetulnya fluktuatif. Pada hari-hari biasa, jumlah gelandangan dan pengemis mencapai 40 orang. Namun, jumlahnya akan bertambah menjelang hari besar keagamaan.
"Kalau berdasarkan informasi dari Dinas Sosial itu rata-rata ya sekitar 40 orang, naik turun enggan menentu setiap hari. Kalau mau Idulfitri lalu Natal, itu bisa hampir 100 orang. Datang dari luar daerah," kata Adhitia.
Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Sosial dan Satpol PP sebetulnya tak tinggal diam. Mereka berkali-kali melakukan penertiban, namun ketika sudah dikembalikan ke daerah asal, para tunawisma itu kembali ke kehidupan jalanan.
"Jadi sebagian dari mereka itu ada yang mengkoordinir, jadi datang itu ada yang antar, pulang beberapa hari kemudian. Tujuannya ada yang cuma menjadi pengemis, itu berburu Jumat berkah. Tapi ada juga yang bergerak sendiri mencari rongsokan, itu kadang tidur di emperan toko," kata Adhitia.
Adhitia menginstruksikan Dinas Sosial Kota Cimahi untuk menjaring para tunawisma tersebut, kemudian dilakukan pendataan. Barulah setelahnya akan dirumuskan penyelesaian untuk keberadaan mereka.
"Nanti Dinsos Cimahi akan mengecek ke lapangan, biasanya juga kucing-kucingan. Kita akan rumuskan penyelesaiannya seperti apa," kata Adhitia.
(iqk/iqk)