Wawalkot Adhitia Minta Maaf Usai Cimahi Disergap Macet gegara 2 Proyek

Wawalkot Adhitia Minta Maaf Usai Cimahi Disergap Macet gegara 2 Proyek

Whisnu Pradana - detikJabar
Kamis, 20 Agu 2026 20:50 WIB
Wawalkot Cimahi, Adhitia Yudisthira minta maaf ke warga karena kemacetan di Cimahi
Wawalkot Cimahi, Adhitia Yudisthira minta maaf ke warga karena kemacetan di Cimahi (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar)
Cimahi -

Kota Cimahi tengah jadi sorotan usai disergap kemacetan parah dampak dari rekayasa lalu lingas karena adanya pelaksanaan proyek pembangunan Underpass Gatot Subroto-Baros dan pemeliharaan berkala Jembatan Pemkot Cimahi.

Kemacetan parah terjadi di jalan utama dan jalan alternatif yang disiapkan pemerintah sebagai rute rekayasa. Arus lalu lintas mengunci di Jalan Amir Machmud, sebagai rute vital. Kendaraan dari arah Bandung, arah Parongpong, Padalarang, dan Cimahi Selatan tumplek di satu jalur yang sama, Rabu (19/8).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira mewakili pemerintah daerah meminta maaf terhadap masyarakat yang terdampak kemacetan parah hari kemarin. Ia meminta langsung pada pengendara yang melintas di Jalan Sriwijaya.

"Saya atas nama Pemerintah Kota Cimahi menghaturkan beribu-ribu maaf karena kemacetan yang terjadi kemarin di sore hari karena rekayasa lalu lintas dalam rangka pembangunan Underpass Gatot Subroto dan pemeliharaan berkala Jembatan Pemkot Cimahi," kata Adhitia saat ditemui, Kamis (20/8/2026).

ADVERTISEMENT

Pihaknya bergerak cepat mencari solusi atas dampak instan yang dirasakan warga dari berjalannya proyek ganda dalam waktu bersamaan. Upayanya yakni dengan menerapkan contraflow di Underpass Dustira-Sriwijaya.

"Tentunya, saya coba cek bagaimana solusi agar tidak terjadi kemacetan seperti kemarin. Jadi dishub dan satlantas telah melakukan evaluasi rekayasa lalu lintas, dan melakukan contraflow di Underpas Sriwijaya per hari ini," kata Adhitia.

Dampaknya sudah terasa ketika diterapkan di jam sibuk Kamis pagi. Kepadatan kendaraan dari arah selatan menuju pusat Kota Cimahi kemudian dari arah sebaliknya terbilang lebih mengalir ketimbang hari sebelumnya.

"Saat rush hour di pagi hari sudah terurai kemacetannya, nah kita lihat saat sore bagaimana. Kemudian upaya lainnya, penebalan personel saat gatur di rush hour," kata Adhitia.

Selain itu, pihaknya akan mengoptimalkan pemeliharaan Jembatan Pemkot Cimahi yang ditargetkan rampung dalam waktu tiga bulan bisa selesai dalam waktu satu bulan sehingga bisa mengurai kepadatan karena penutupan jalan.

"Kita sekarang menggunakan metode hydrolic static dynamic pile, yaitu metode dimana mempercepat perbaikan sehingga yang sebelumnya ditargetkan 90 hari pengerjaan, bisa hanya 30 hari sudah beres. Kemudian selama pengerjaan juga, kita coba agar separuh lajurnya bisa dilalui kendaraan," kata Adhitia.



(dir/dir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads