Prajurit Batalyon Zeni Tempur 9 Lang Lang Bhuwana Divisi Infanteri 1 Kostrad (Yonzipur 9/LLB/1 Kostrad) melaksanakan simulasi penjinakan bahan peledak (Jihandak) di Stasiun KCIC Whoosh Tegalluar, Bandung, Selasa (20/10). Latihan ini digelar guna mematangkan respons prajurit terhadap ancaman teror sekaligus memperketat pengamanan di objek vital nasional.
Komandan Yonzipur 9/LLB/1 Kostrad, Letkol Czi Martin Novence, memimpin langsung jalannya latihan tersebut. Agenda ini merupakan hasil kolaborasi dengan manajemen Stasiun KCIC Whoosh Tegalluar untuk menyelaraskan prosedur pengamanan dan mengantisipasi potensi gangguan keamanan di kawasan stasiun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam simulasi ini, personel Yonzipur 9 menguji ketangkasan taktis dan teknis penjinakan bom. Di sisi lain, petugas keamanan stasiun juga dilatih untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat yang menuntut koordinasi cepat dan tepat.
Letkol Czi Martin Novence menegaskan bahwa latihan rutin ini adalah bagian dari upaya meningkatkan profesionalisme prajurit serta memperkuat sinergi dengan pengelola objek vital nasional.
"Latihan ini menjadi sarana untuk menguji dan meningkatkan kemampuan taktis serta teknis prajurit dalam menghadapi ancaman bahan peledak. Melalui kerja sama dengan manajemen Stasiun KCIC Whoosh Tegalluar, kami juga ingin memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan dalam menghadapi situasi darurat," ujarnya, Rabu (21/10/2026).
Ia menambahkan, kesiapan personel dan kolaborasi antarinstansi menjadi faktor krusial dalam memitigasi ancaman yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat serta operasional transportasi massal.
"Melalui latihan terpadu ini, kami berharap seluruh pihak dapat melakukan langkah antisipasi secara optimal dan meminimalkan risiko apabila terjadi ancaman yang memerlukan penanganan khusus melalui penjinakan bahan peledak atau Jihandak," lanjutnya.
Latihan ini menitikberatkan pada aspek kecepatan dan akurasi dalam setiap pengambilan keputusan. Mengingat risiko tinggi dalam penanganan bahan peledak, setiap prosedur wajib dilaksanakan dengan tingkat kecermatan maksimal demi menghindari fatalitas.
Prinsip tersebut sejalan dengan slogan satuan Jihandak, 'Tidak ada kesalahan kedua kali'. Slogan ini menjadi pengingat bagi setiap prajurit Lang Lang Bhuwana untuk senantiasa mengedepankan ketelitian, disiplin, dan kewaspadaan tinggi dalam menjalankan tugas negara.
Melalui penyelenggaraan latihan ini, Yonzipur 9/LLB/1 Kostrad bersama manajemen Stasiun KCIC Whoosh Tegalluar berkomitmen menjaga stabilitas keamanan di objek vital nasional tersebut, sekaligus memberikan jaminan rasa aman bagi seluruh pengguna layanan kereta cepat.
