Anggota DPRD Bandung Ajak Perempuan Tak Takut Periksa Kanker

Rifat Alhamidi - detikJabar
Rabu, 21 Okt 2026 19:30 WIB
Ilustrasi kanker payudara (Foto: iStock).
Bandung -

Anggota DPRD Kota Bandung Agung Firmansyah Sumantri, mengajak perempuan untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dengan melakukan deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks. Pemeriksaan sejak dini dinilai penting agar penyakit dapat diketahui lebih cepat dan pasien memperoleh penanganan yang sesuai.

Sebagai dokter spesialis penyakit dalam konsultan hematologi-onkologi medik, Agung mengingatkan bahwa kanker tidak selalu menunjukkan gejala pada tahap awal. Karena itu, masyarakat diimbau tidak menunggu munculnya keluhan sebelum memeriksakan kesehatan.

"Kanker masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius, terutama pada perempuan. Kanker payudara dan kanker leher rahim atau serviks merupakan dua jenis kanker yang perlu diwaspadai karena dapat mengancam kesehatan, kualitas hidup, bahkan keselamatan jiwa," katanya, Rabu (21/10/2026).

"Kanker tidak selalu menimbulkan gejala pada tahap awal. Sebagian perempuan merasa sehat, tidak merasakan nyeri, dan tidak menemukan keluhan apa pun, padahal perubahan yang mengarah pada penyakit mungkin sudah terjadi. Karena itu, jangan menunggu sakit untuk memeriksakan diri. Deteksi dini merupakan langkah penting agar kanker dapat ditemukan lebih cepat dan pasien memperoleh penanganan yang sesuai," tambahnya.

Untuk mengenali perubahan pada payudara, perempuan dapat melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Perubahan seperti benjolan baru, perubahan bentuk payudara, puting yang tertarik ke dalam, maupun keluarnya cairan berdarah dari puting perlu mendapat perhatian dan pemeriksaan tenaga kesehatan.

Meski demikian, pemeriksaan mandiri tidak dapat memastikan seseorang terbebas dari kanker. Pemeriksaan klinis dan pemeriksaan lanjutan, seperti mamografi, perlu dipertimbangkan sesuai usia, kondisi, dan faktor risiko masing-masing.
Sementara itu, upaya pencegahan kanker serviks dapat dilakukan melalui vaksinasi HPV dan skrining sesuai rekomendasi tenaga kesehatan. Pemeriksaan dapat menggunakan metode yang tersedia, termasuk tes HPV DNA.

"Apabila menemukan perubahan tersebut, jangan panik, tetapi jangan pula mengabaikannya. Segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan. Tidak semua benjolan berarti kanker, tetapi setiap perubahan yang mencurigakan perlu dinilai oleh tenaga kesehatan," tuturnya.

Simak Video "Menginap di Hotel Nyaman di Bandung, Menikmati Liburan "


(ral/mso)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork