Anggota DPRD Kota Bandung Agung Firmansyah Sumantri, mengajak perempuan untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dengan melakukan deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks. Pemeriksaan sejak dini dinilai penting agar penyakit dapat diketahui lebih cepat dan pasien memperoleh penanganan yang sesuai.
Sebagai dokter spesialis penyakit dalam konsultan hematologi-onkologi medik, Agung mengingatkan bahwa kanker tidak selalu menunjukkan gejala pada tahap awal. Karena itu, masyarakat diimbau tidak menunggu munculnya keluhan sebelum memeriksakan kesehatan.
"Kanker masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius, terutama pada perempuan. Kanker payudara dan kanker leher rahim atau serviks merupakan dua jenis kanker yang perlu diwaspadai karena dapat mengancam kesehatan, kualitas hidup, bahkan keselamatan jiwa," katanya, Rabu (21/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kanker tidak selalu menimbulkan gejala pada tahap awal. Sebagian perempuan merasa sehat, tidak merasakan nyeri, dan tidak menemukan keluhan apa pun, padahal perubahan yang mengarah pada penyakit mungkin sudah terjadi. Karena itu, jangan menunggu sakit untuk memeriksakan diri. Deteksi dini merupakan langkah penting agar kanker dapat ditemukan lebih cepat dan pasien memperoleh penanganan yang sesuai," tambahnya.
Untuk mengenali perubahan pada payudara, perempuan dapat melakukan pemeriksaan payudara sendiri (SADARI). Perubahan seperti benjolan baru, perubahan bentuk payudara, puting yang tertarik ke dalam, maupun keluarnya cairan berdarah dari puting perlu mendapat perhatian dan pemeriksaan tenaga kesehatan.
Meski demikian, pemeriksaan mandiri tidak dapat memastikan seseorang terbebas dari kanker. Pemeriksaan klinis dan pemeriksaan lanjutan, seperti mamografi, perlu dipertimbangkan sesuai usia, kondisi, dan faktor risiko masing-masing.
Sementara itu, upaya pencegahan kanker serviks dapat dilakukan melalui vaksinasi HPV dan skrining sesuai rekomendasi tenaga kesehatan. Pemeriksaan dapat menggunakan metode yang tersedia, termasuk tes HPV DNA.
"Apabila menemukan perubahan tersebut, jangan panik, tetapi jangan pula mengabaikannya. Segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan. Tidak semua benjolan berarti kanker, tetapi setiap perubahan yang mencurigakan perlu dinilai oleh tenaga kesehatan," tuturnya.
"Pemeriksaan payudara sendiri juga bukan jaminan bahwa seseorang bebas dari kanker. Oleh karena itu, perempuan perlu mendapatkan pemeriksaan klinis dan pemeriksaan lanjutan, seperti mamografi, sesuai usia, kondisi, dan faktor risikonya," imbuhnya.
Agung juga mengajak masyarakat memanfaatkan puskesmas sebagai tempat memperoleh informasi, konsultasi, dan layanan pemeriksaan awal terkait risiko kanker. Apabila ditemukan kondisi yang memerlukan penanganan lebih lanjut, pasien dapat dirujuk ke fasilitas kesehatan sesuai kebutuhan.
"Yang perlu ditekankan, perempuan tidak harus menunggu munculnya keluhan untuk melakukan skrining. Sebaliknya, apabila sudah ada gejala yang mencurigakan, jangan menunda pemeriksaan hanya karena merasa masih muda atau tidak memiliki riwayat kanker dalam keluarga," ujarnya.
"Saya juga ingin menyampaikan pesan sederhana kepada masyarakat Kota Bandung: jangan ragu datang ke puskesmas untuk memeriksakan kesehatan. Puskesmas bukan hanya tempat berobat ketika seseorang sakit. Puskesmas juga merupakan tempat masyarakat memperoleh edukasi kesehatan, konsultasi mengenai risiko kanker, pemeriksaan awal, serta informasi mengenai layanan deteksi dini yang tersedia," katanya.
Menurut Agung, kemudahan akses layanan kesehatan perlu diiringi dengan edukasi yang memadai serta tindak lanjut terhadap hasil pemeriksaan yang mencurigakan. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya terdorong untuk melakukan skrining, tetapi juga memperoleh kepastian mengenai langkah penanganan selanjutnya.
Ia berharap kesadaran deteksi dini semakin tumbuh di kalangan perempuan, sehingga pemeriksaan kesehatan tidak hanya dilakukan ketika penyakit mulai menimbulkan keluhan.
"Kanker memang tidak selalu dapat dicegah, dan tidak semua kanker dapat ditemukan melalui pemeriksaan mandiri. Namun, kita dapat mengambil langkah nyata untuk mengurangi risiko, meningkatkan kewaspadaan, dan mempercepat diagnosis ketika penyakit dicurigai. Jangan tunggu sakit. Jangan abaikan perubahan tubuh. Jangan takut untuk periksa. Karena deteksi dini bukan sekadar urusan kesehatan, melainkan ikhtiar menyelamatkan kehidupan," pungkasnya.
Simak Video "Menginap di Hotel Nyaman di Bandung, Menikmati Liburan "
[Gambas:Video 20detik] (ral/mso)
