Seorang pria lanjut usia bernama Ayat (60), yang diduga memiliki riwayat gangguan kejiwaan, mengamuk menggunakan kapak di Dusun Pagadungan, Desa Cigayam, Kecamatan Banjaranyar, Kabupaten Ciamis, Selasa (20/10/2026) malam. Akibat kejadian tersebut, dua anggota polisi dan seorang warga mengalami luka akibat sabetan senjata tajam.
Peristiwa itu bermula pada sore hari ketika Ayat diduga membacok seorang warga bernama Iwan karena diduga tidak terima ditegur. Warga kemudian membawa Iwan ke Puskesmas Pamarican untuk mendapatkan pertolongan medis.
Khawatir situasi semakin membahayakan, warga melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Banjarsari. Mereka juga meminta bantuan petugas pemadam kebakaran (Damkar) untuk membantu proses pengamanan pelaku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kapolres Ciamis AKBP Eko Iskandar membenarkan kejadian tersebut saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Rabu (21/10/2026). Ia menjelaskan, setelah membacok warga, Ayat bersembunyi di bagian atap rumah dan tidak mau turun meski telah dibujuk anggota polisi.
"Anggota datang ke sana, tetapi dia tidak mau turun. Sudah dibujuk, kemudian meminta bantuan Damkar. Disemprot air oleh Damkar hingga akhirnya dia turun," kata Eko.
Namun, setelah turun, pelaku kembali mengamuk dan menyerang orang-orang yang berada di sekitarnya. Anggota polisi yang berusaha menahan serangannya ikut menjadi korban.
"Pada saat turun, dia menyerang secara membabi buta ke arah kerumunan yang di dalamnya ada anggota polisi. Ketika ditahan oleh polisi, anggota saya terkena sabetan," ujarnya.
Eko mengatakan, seorang anggota polisi lainnya yang berusaha membantu juga terkena sabetan senjata tajam. Selain itu, seorang warga turut mengalami luka dalam kejadian tersebut.
Menurut Eko, kondisi para korban saat ini dilaporkan stabil. Namun, salah satu anggota polisi mengalami luka pada tangan dan harus menjalani operasi. Sementara itu, warga yang terluka di bagian wajah disebut membutuhkan perawatan khusus.
"Alhamdulillah, kondisinya stabil. Namun, satu anggota saya memang harus dioperasi tangannya. Untuk warga, ada yang terkena di bagian muka dan katanya juga memerlukan perawatan khusus," ungkapnya.
Eko menambahkan, Ayat memiliki riwayat gangguan kejiwaan yang diperkuat oleh keterangan pihak puskesmas setempat. Berdasarkan informasi yang diterimanya, pelaku disebut pernah melakukan tindakan serupa.
Dalam proses pengamanan, situasi di lokasi semakin tidak terkendali setelah pelaku kembali menyerang warga dan petugas. Warga yang berada di sekitar lokasi kemudian melakukan aksi massa terhadap pelaku.
Kapolres menjelaskan, Ayat akhirnya meninggal dunia saat berada di rumah sakit setelah dibawa untuk mendapatkan penanganan.
"Dimassa oleh masyarakat. Situasinya tidak terkendali. Begitu melihat pelaku menyerang secara membabi buta, masyarakat menjadi emosi," kata Eko.
