Penampakan Tugu Simpang Lima Bandung Usai Jadi Sasaran Vandalisme

Penampakan Tugu Simpang Lima Bandung Usai Jadi Sasaran Vandalisme

Wisma Putra - detikJabar
Rabu, 21 Okt 2026 09:19 WIB
Penampakan terkini Tugu Simpang Lima Bandung.
Penampakan terkini Tugu Simpang Lima Bandung. Foto: Wisma Putra/detikJabar
Bandung -

Aksi demonstrasi yang dilakukan elemen masyarakat dan mahasiswa di kawasan Simpang Lima, Kota Bandung, menyisakan aksi vandalisme pada Tugu Simpang Lima. Tugu berwarna cokelat terang itu dipenuhi coretan dan mengalami kerusakan.

Pantauan detikJabar, Rabu (21/10/2026), satu unit mobil yang dilengkapi tangga hidrolik diterjunkan untuk membersihkan coretan-coretan pada tugu yang terbuat dari bata halus tersebut.

Untuk memudahkan petugas sekaligus melakukan perbaikan, huruf-huruf timbul yang membentuk nama-nama negara dicopot terlebih dahulu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Setelah tugu bersih dari vandalisme dan huruf-huruf timbul dicopot, petugas melakukan pengecatan dari bagian atas ke bawah.

Guna mempercepat pekerjaan, puluhan petugas dikerahkan. Selain itu, anggota Dishub dan kepolisian disiagakan karena proses pembersihan tugu tersebut mencuri perhatian para pengendara yang melintas.

ADVERTISEMENT

Aksi vandalisme dan perusakan Tugu Simpang Lima ini dikeluhkan oleh sejumlah warga. Mereka menyayangkan tindakan tersebut.

"Kenapa harus merusak, kenapa tidak fokus pada esensi demo. Jadi perhatiannya malah ke kerusakan fasilitas bukan ke tujuan demonya," kata Munawar (36), salah satu pengendara, kepada detikJabar.

Munawar menyebut, jika fasilitas umum dirusak, pihak yang rugi adalah rakyat. "Rakyat yang rugi, karena ini kan pakai pajak rakyat pembangunannya, bukan pakai uang pribadi," ujarnya.

"Kalau demo terus merusak, rakyat lagi yang dirugikan," tambahnya.

Hal serupa disampaikan Agustia (24). Ia juga menyayangkan perusakan Tugu Simpang Lima ini.

"Nama negara-negaranya harus dicopot, kan sayang. Belum lagi dibersihkan dan dicat lagi, abis dong anggaran pembangunan buat perbaiki ini," ujarnya.

Agustia berharap, jika ada aksi demonstrasi di masa depan, massa tidak merusak fasilitas umum.

"Harpanya aman dan aspirasi tersampaikan, tidak merusak supaya tidak ada anggaran yang mubazir," pungkasnya.

Sementara itu, Wali Kota Bandung Farhan mengatakan, telah mengerahkan dinas terkait, kelurahan dan kecamatan langsung melakukan pembersihan dan perbaikan fasilitas publik yang rusak pasca aksi demo kemarin.

"Alhamdulillah, pagi hari ini kami langsung turun tangan untuk membersihkan vandalisme yang terjadi pada saat demonstrasi kemarin. Sampai 2 x 24 jam ke depan, kami melakukan pembersihan vandalisme di Simpang Lima, Cikapayang, dan sepanjang Jalan Asia Afrika hingga Pendopo," kata Farhan kepada awak media di Simpang Lima, Rabu (21/10/2026).

"Tujuannya tentu untuk mengembalikan kebersihan dan keindahan Kota Bandung. Vandalisme tidak ada hubungannya dengan kebebasan berekspresi dan berpendapat," tambahnya.

Farhan sebut, tulisan timbul di Tugu Simpang Lima alami kerusakan.

"Di lokasi ini, huruf-huruf pada bagian bawah mengalami kerusakan sehingga kami akan mencabut semuanya sekaligus dan mencoba memperbaikinya agar kembali terlihat normal," tuturnya.

Farhan juga menyenangkan, tembok Pendopo Kota Bandung yang merupakan bangunan sejarah di Kota Bandung juga jadi sasaran vandalisme.

"Demonstrasi kali ini pada dasarnya merupakan bentuk penyampaian pendapat. Namun, kemudian terjadi penyerangan terhadap truk polisi. Itu menjadi persoalan yang harus kita perhatikan bersama. Tugas kita bersama adalah menurunkan eskalasi, menyerahkan penanganan kepada pihak berwajib untuk melakukan penyidikan, sedangkan Pemerintah Kota Bandung memastikan seluruh lokasi yang terdampak dibersihkan agar kembali normal," tuturnya.

Farhan juga pastikan, jika kegiatan ekonomi di Kota Bandung aman dan terjaga.

"Sejak tadi malam, kami juga melakukan peninjauan dan bertemu dengan berbagai pihak. Kegiatan ekonomi dan sosial berjalan dengan baik. Sebuah konferensi internasional juga berlangsung dengan baik. Namun, sampai 2 x 24 jam ke depan, kami tetap berada dalam posisi waspada," tegasnya.

Dia juga sampaikan keprihatinan terhadap anggita polisi yang alami luka dalam kejadian ini.

"Kami juga menyampaikan keprihatinan mendalam atas luka berat hingga luka ringan yang dialami 11 anggota kepolisian yang mendapat serangan tadi malam. Terlepas dari apa pun tujuannya, Pemerintah Kota Bandung akan mengedepankan pendekatan kemanusiaan agar kejadian kekerasan ini tidak semakin meluas," tuturnya.

Halaman 2 dari 2
(wip/sud)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads