Jabar Hari Ini: Kematian Tak Wajar Pria Cirebon di Kaki Gunung Ciremai

Tim detikJabar - detikJabar
Senin, 19 Okt 2026 22:00 WIB
ilustrasi mayat (Foto: Edi Wahyono)
Bandung -

Beragam peristiwa menarik terjadi di Jawa Barat (Jabar) hari ini, Senin (19/10/2026). Mulai dari korban penyekapan Taufik Hidayat, YTR, yang pulang dari rumah sakit usai dirawat empat bulan, hingga penemuan mayat di kaki Gunung Ciremai dengan luka serius di kepala.

YTR Korban Taufik Hidayat Kini Pulang ke 'Rumah Aman'

YTR (29), korban penganiayaan, penyekapan, dan kekerasan seksual oleh Taufik Hidayat (30), kini telah tinggal di rumah aman (safe house). Wanita tersebut pulang sementara setelah menjalani perawatan selama empat bulan di RS Hasan Sadikin, Kota Bandung.

Hal tersebut disampaikan secara langsung oleh penasihat hukum YTR, Januar Solehuddin kepada detikJabar, Senin (19/10/2026). Menurutnya, saat ini korban telah tinggal di rumah aman.

"Iya YTR sudah pulang sejak kemarin sore pukul 15.00 WIB. Tapi tidak pulang rumah, sekarang tinggal di safe house (rumah aman)," ujar Januar.

Januar menjelaskan, korban pulang ke rumah aman sambil menunggu jadwal operasi selanjutnya. Kata dia, operasi dilakukan secara berkala dengan masa pemulihan dan jeda di antara tiap tindakan.

"Dalam beberapa skema perawatan jangka panjang, YTR memang dijadwalkan pulang-masuk (pulang terlebih dahulu sebelum jadwal operasi tahap berikutnya) sesuai kondisi kestabilan tubuhnya, karena tidak baik terlalu lama di RS," katanya.

Pihaknya menyebutkan, kondisi korban terus menunjukkan peningkatan ke arah yang lebih baik setelah menjalani beberapa tindakan operasi.

"Alhamdulillah sekarang kondisinya sangat baik, sudah bisa jalan, sudah bisa bicara, sudah bisa makan. Seperti apa yang sudah disampaikan sebelumnya kemarin-kemarin dioperasi pada bagian bibir," jelasnya.

Kasus tersebut saat ini telah masuk persidangan dengan terdakwa Taufik Hidayat di PN Bale Bandung, Baleendah. Sebelumnya, agenda persidangan adalah tanggapan jaksa atas pembelaan terdakwa.

"Nah hari ini kita sedang menunggu putusan sela," kata Januar.

Setelah agenda putusan sela, agenda selanjutnya adalah mendengarkan keterangan dari saksi korban (YTR). Januar mengaku masih menunggu rekomendasi dokter apakah korban bisa hadir atau tidak.

"Berdasarkan KUHAP & UU TPKS, YTR sebagai saksi korban tidak wajib hadir secara fisik di ruang sidang jika mengalami kendala sah seperti trauma berat, sakit, atau alasan keamanan," ungkapnya.

Dia meyakini hukum akan menyediakan terobosan dan terus melindungi hak psikologis korban agar tidak mengalami trauma yang berulang.

"Kami masih menunggu rekomendasi tim medis atau dokter. Kalau tidak memungkinkan secara jarak jauh (telekonferensi) dengan cara tidak dengan tatap muka bisa saja secara perekaman elektronik," pungkasnya.

Mayat Pria Luka di Kepala Ditemukan di Kawasan TNGC Kuningan

Seorang pria ditemukan tewas di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Blok Batuluhur, Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan. Jasad pria tersebut ditemukan dalam kondisi terlentang dengan luka di bagian kepala dan wajah.

Kasat Reskrim Polres Kuningan, AKP Abdul Aziz memaparkan bahwa jasad pria tersebut ditemukan pada Minggu (18/10) malam sekitar pukul 19.40 WIB. Ditemukannya jasad tersebut bermula ketika sejumlah warga yang sedang mencari pakan untuk memancing merasa curiga dengan keberadaan sebuah sepeda motor Yamaha Lexi berwarna merah bernomor polisi E 5214 HM yang terparkir di pinggir jalan.

Karena penasaran, warga kemudian memeriksa area di sekitar lokasi dan mendapati seorang pria tergeletak di kawasan hutan TNGC. Saat ditemukan, korban dalam posisi telentang dengan luka pada bagian wajah dan kepala. Mengetahui kejadian tersebut, warga kemudian melaporkan kepada Pemdes Padabeunghar dan kemudian dilaporkan ke Polsek Pasawahan.

Mendapatkan laporan tersebut, Petugas Unit Reserse Kriminal Polsek Pasawahan bersama personel piket siaga Polres Kuningan, langsung mendatangi lokasi untuk melakukan penanganan awal. Selanjutnya, jenazah korban dibawa ke RSUD 45 Kuningan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut, termasuk autopsi guna membantu mengungkap penyebab kematian.

Menurut Abdul, dari hasil pemeriksaan sementara, korban diketahui bernama DP (25), warga Klangenan, Kabupaten Cirebon yang bekerja sebagai seorang pedagang.

"Korban bernama DP (25), warga Klangenan, Kabupaten Cirebon, yang sehari-hari berprofesi sebagai pedagang," tutur Abdul, Senin (19/10/2026).

Meski identitas korban sudah diketahui, penyebab kematian korban masih belum diketahui. Hingga kini, polisi masih mendalami fakta-fakta di lokasi kejadian dan menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kronologi serta penyebab kematian korban.

"Iya betul, kami masih lakukan penyelidikan," pungkas Abdul.

Dilaporkan Hilang Sepekan, Herti Ditemukan Tergeletak di Parit Kaki Gunung Burangrang

Herti Sumiati, seorang wanita warga Kampung Pasir Manggu, Desa Cipada, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ditemukan tergeletak di sebuah parit di kaki Gunung Burangrang.
Wanita 29 tahun itu dilaporkan hilang sejak Senin (12/10/2026) saat sedang memetik kopi di sekitaran lokasi ia ditemukan. Saat ditemukan, Herti ditemukan di parit yang cukup dalam, tertutup semak belukar pada Minggu (18/10/2026).

Kapolsek Cikalongwetan, AKP Deden Indrajaya mengatakan korban ditemukan oleh warga. Warga kemudian melaporkan temuan tersebut ke kepolisian untuk mengevakuasi korban yang terluka.

"Betul, kemarin telah ditemukan warga yang dilaporkan hilang sepekan lalu. Korban ditemukan di Kaki Gunung Burangrang, dalam keadaan lemas dan terluka di beberapa bagian tubuhnya," kata Deden saat dikonfirmasi, Senin (19/10/2026).

Luka Herti pada bagian kepala, tangan, dan kaki didapat setelah ia terjatuh dari tebing ke lembah tempat ia ditemukan. Sebelum kejadian, Herti diketahui berangkat ke tempatnya bekerja memetik kopi pada Senin pagi.

"Jadi saat itu, korban pergi sendiri namun tidak kunjung pulang sampai malam hari. Sampai akhirnya keluarga melaporkan kehilangan Herti ke kepolian. Siangnya mereka mencari dulu tapi tidak menemukan korban," kata Deden.

Deden menyebut korban diduga terjatuh karena punya riwayat epilepsi. Biasanya, korban pergi memetik kopi di kaki Gunung Burangrang ditemani ayahnya. Namun saat kejadian, ia pergi seorang diri.

"Jadi biasanya dia pergi sama orangtuanya, karena punya riwayat epilepsi. Nah dugaan dia terjatuh karena epilepsinya kambuh, kemudian terjatuh ke lembah. Kemungkinan juga tidak bergerak, karena kakinya terluka," kata Deden.

Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi menggunakan tandu darurat menuju ambulans, lalu dibawa ke RSUD Cikalongwetan untuk mendapatkan perawatan.

"Dengan ditemukannya warga yang sebelumnya dilaporkan hilang, diharapkan dapat memberikan kelegaan bagi pihak keluarga serta masyarakat. Korban sudah mendapatkan perawatan di RSUD Cikalongwetan," kata Deden.




(yum/yum)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork