Tak ada yang menyangka jika malam itu akan jadi malam terakhir bagi Irfan Sanusi. Pria 31 tahun asal Kampung Cikokosan, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada akhirnya ditemukan tak bernyawa setelah sempat dilaporkan hilang selama dua hari.
Pemuda tersebut dinyatakan hilang pada Sabtu (17/10/2026). Tim SAR Gabungan yang bergerak cepat melakukan penyisiran selama dua hari penuh, hingga akhirnya jasad Irfan ditemukan pada hari ketiga, Senin (19/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Betul, Sabtu kemarin kami menerima laporan ada warga yang tenggelam di perairan Waduk Cirata. Setelah dilakukan pencarian selama dua hari, di hari ketiga baru korban ditemukan sudah meninggal," kata Kapolsek Cipeundeuy, Kompol Suandi saat dikonfirmasi.
Tragedi ini bermula saat Irfan mengajak istri dan anaknya untuk memancing di area Keramba Jaring Apung (KJA) Waduk Cirata pada dini hari, sekitar pukul 02.00 WIB. Setibanya di lokasi, Irfan segera menyiapkan peralatan pancingnya di geladak, sementara istri dan anaknya memilih beristirahat di dalam kamar KJA.
"Korban memancing seorang diri, sementara istri dan anaknya memutuskan tidur di dalam kamar di KJA. Dari dalam tempat tidur, saksi yaitu istrinya mendengar ada suara benda seperti tercebur ke air sebanyak 2 kali. Tapi saat itu dia enggak ngecek, karena tidak menduga itu suaminya," kata Suandi.
Kecemasan sang istri memuncak saat ia terbangun pada pukul 05.00 WIB. Ia bergegas menuju geladak pemancingan, namun sosok suaminya telah tiada. Di sana, ia hanya mendapati barang-barang milik Irfan yang tertinggal, yakni celana, jaket, ponsel, dan joran pancing.
"Dugaannya korban ini kepeleset lalu tercebur ke perairan Waduk Saguling, informasinya korban juga tidak bisa berenang. Korban ditemukan 100 meter dari lokasi dilaporkan terakhir kali terlihat oleh istrinya," kata Suandi.
Setelah dievakuasi dari perairan, jasad Irfan segera dibawa ke rumah duka. Pihak keluarga telah menerima kejadian ini dengan ikhlas dan menolak dilakukan autopsi karena menganggap kepergian Irfan sebagai sebuah musibah.
(orb/orb)
