Herti Sumiati, seorang wanita warga Kampung Pasir Manggu, Desa Cipada, Kecamatan Cikalongwetan, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ditemukan tergeletak di sebuah parit di kaki Gunung Burangrang.
Wanita 29 tahun itu dilaporkan hilang sejak Senin (12/10/2026) saat sedang memetik kopi di sekitaran lokasi ia ditemukan. Saat ditemukan, Herti ditemukan di parit yang cukup dalam, tertutup semak belukar pada Minggu (18/10/2026).
Kapolsek Cikalongwetan, AKP Deden Indrajaya mengatakan korban ditemukan oleh warga. Warga kemudian melaporkan temuan tersebut ke kepolisian untuk mengevakuasi korban yang terluka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Betul, kemarin telah ditemukan warga yang dilaporkan hilang sepekan lalu. Korban ditemukan di Kaki Gunung Burangrang, dalam keadaan lemas dan terluka di beberapa bagian tubuhnya," kata Deden saat dikonfirmasi, Senin (19/10/2026).
Luka Herti pada bagian kepala, tangan, dan kaki didapat setelah ia terjatuh dari tebing ke lembah tempat ia ditemukan. Sebelum kejadian, Herti diketahui berangkat ke tempatnya bekerja memetik kopi pada Senin pagi.
"Jadi saat itu, korban pergi sendiri namun tidak kunjung pulang sampai malam hari. Sampai akhirnya keluarga melaporkan kehilangan Herti ke kepolian. Siangnya mereka mencari dulu tapi tidak menemukan korban," kata Deden.
Deden menyebut korban diduga terjatuh karena punya riwayat epilepsi. Biasanya, korban pergi memetik kopi di kaki Gunung Burangrang ditemani ayahnya. Namun saat kejadian, ia pergi seorang diri.
"Jadi biasanya dia pergi sama orangtuanya, karena punya riwayat epilepsi. Nah dugaan dia terjatuh karena epilepsinya kambuh, kemudian terjatuh ke lembah. Kemungkinan juga tidak bergerak, karena kakinya terluka," kata Deden.
Setelah ditemukan, korban langsung dievakuasi menggunakan tandu darurat menuju ambulans, lalu dibawa ke RSUD Cikalongwetan untuk mendapatkan perawatan.
"Dengan ditemukannya warga yang sebelumnya dilaporkan hilang, diharapkan dapat memberikan kelegaan bagi pihak keluarga serta masyarakat. Korban sudah mendapatkan perawatan di RSUD Cikalongwetan," kata Deden.
