Sorak-sorai penonton menggema di Aula Sentra Wyata Guna, Kota Bandung, mengiringi kelincahan para siswa yang tengah unjuk gigi pada Sabtu (17/10/2026). Sebagian dari mereka luwes membawakan tarian tradisional, sementara yang lain tampil tangguh memperagakan jurus bela diri. Di sudut lain, keramaian turut terlihat dari antrean warga yang mengikuti kegiatan donor darah hingga cek kesehatan gratis.
Keceriaan hari itu berpusat pada perhelatan Open House Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 9 Bandung. Mengusung tema "Dulu Kami Bermimpi, Kini Kami Berani", acara ini tidak sekadar menjadi ajang perayaan satu tahun beroperasinya sekolah tersebut. Tema ini merupakan cerminan nyata dari misi pendidikan yang didorong oleh pemerintah untuk membangun karakter, memutus rantai kemiskinan, serta memberdayakan keluarga peserta didik secara menyeluruh.
Mengikis Rasa Minder Siswa
Perubahan sikap para peserta didik menjadi sorotan utama dalam perjalanan SRMP 9 Bandung. Kepala Sentra Wyata Guna Bandung, Feri Arianto, mengenang kembali kondisi awal anak-anak didiknya yang mayoritas berasal dari keluarga prasejahtera. Rasa rendah diri sempat mendominasi keseharian mereka saat pertama kali menjejakkan kaki di asrama.
"Awalnya mereka itu sangat minder. Waktu pertama kali mereka datang, mereka tidak berani tatap mata, mereka tidak berani tampil," tutur Feri.
Namun, seiring berjalannya waktu dan pendampingan yang intensif, keberanian itu mulai tumbuh subur. Hal ini terlihat dari kepercayaan diri mereka saat tampil unjuk bakat di hadapan para pemangku kepentingan. "Dulu kami bermimpi, kini kami berani!" seru para siswa secara serempak saat dipandu oleh Feri dari atas panggung.
Menempa Akhlak dan Karakter
Keberanian yang dipupuk tersebut sejalan dengan visi pendidikan yang tidak hanya mengejar nilai akademik. Kepala Sekretariat Kantor Staf Presiden, Achmad Tjachja Nugraha, menekankan bahwa pendidikan di Indonesia harus menitikberatkan pada pembangunan karakter generasi muda.
"Percuma kita pintar, tapi tidak punya karakter. Percuma punya nilai yang bagus, tapi tidak punya karakter, tidak berakhlak," ujar Achmad. Ia berharap Sekolah Rakyat dapat mencetak generasi yang memiliki kepedulian sosial untuk kelak bersama-sama membangun bangsa.
Pandangan serupa juga disampaikan oleh Ketua Komisi I DPRD Kota Bandung, Radea Respati Paramudhita. Menurutnya, SRMP 9 Bandung bukan sebatas tempat untuk belajar membaca, menghafal, dan berhitung.
"Anak-anak tidak hanya dibantu menulis dan berhitung, tetapi juga ditempa menjadi pribadi yang berakhlak, mandiri, disiplin, dan berdaya saing," kata Radea.
Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, turut memberikan motivasi kepada para siswa untuk terus mengejar ilmu tanpa pantang menyerah. "Saya yakin dari SR akan lahir anak-anak yang punya masa depan yang luar biasa," ucap Erwin.
Simak Video "Video: Momen Paduan Suara Sekolah Rakyat Persembahkan Lagu Hari Merdeka di Istana"
(mso/mso)