Jaro Ade Tagih Manfaat Nyata Koperasi Merah Putih untuk Warga

Jaro Ade Tagih Manfaat Nyata Koperasi Merah Putih untuk Warga

Andry Haryanto - detikJabar
Jumat, 16 Okt 2026 23:00 WIB
Wakil Bupati Bogor Jaro Ade saat memantau operasional KDKMP Pakansari, Jumat (16/10/2026).
Wakil Bupati Bogor Jaro Ade saat memantau operasional KDKMP Pakansari, Jumat (16/10/2026). (Foto: istimewa)
Bogor -

Bangunan dan fasilitas belum cukup menjadi ukuran keberhasilan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Kabupaten Bogor. Wakil Bupati Bogor Jaro Ade meminta pengelola menunjukkan aktivitas usaha, pelayanan yang baik, dan manfaat ekonomi yang dirasakan warga.

Penegasan itu disampaikan saat memantau operasional KDKMP Pakansari, Jumat (16/10/2026). Mewakili Bupati Bogor Rudy Susmanto, ia mengingatkan bahwa kesiapan menjalankan koperasi harus berjalan beriringan dengan pembangunan fisiknya.

"KDKMP harus menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat yang tumbuh dari desa dan kelurahan. Karena itu, dukungan yang diberikan tidak boleh berhenti pada pembangunan fisik, tetapi harus memastikan koperasi dapat beroperasi, berkembang, dan memberikan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pemkab Bogor ingin melihat langsung kegiatan transaksi, ketersediaan barang, kondisi gudang, kualitas pelayanan, serta perkembangan usaha. Kendala yang dihadapi pengelola turut menjadi perhatian dalam pemantauan tersebut.

ADVERTISEMENT

Hasil pemeriksaan lapangan diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kinerja koperasi. Dengan begitu, dukungan pemerintah dapat diarahkan pada kebutuhan operasional yang dihadapi masing-masing pengelola.

Di tingkat gerai, kesiapan tersebut terlihat dari tersedianya barang kebutuhan pokok, berlangsungnya transaksi, dan perputaran barang. Pelayanan kepada masyarakat juga menjadi bagian yang harus diperhatikan.

Jaro Ade menekankan perlunya pengelolaan profesional dan dapat dipertanggungjawabkan. Pengurus serta manajer harus memahami pembagian tugas, mencatat seluruh transaksi, dan mengelola keuangan secara tertib.

"Jadikan masyarakat sebagai ukuran keberhasilan. KDKMP dinilai berhasil dari seberapa aktif koperasi beroperasi, seberapa baik pelayanannya, dan seberapa besar manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat," tandasnya.

Untuk mendukung perbaikan itu, seluruh perangkat daerah diminta berkontribusi sesuai perannya. Pemerintah kecamatan, desa, dan kelurahan juga diharapkan membantu menjembatani komunikasi antara pengelola dan pemerintah daerah.

Pemantauan operasional menjadi langkah untuk mengetahui apakah fasilitas yang tersedia sudah mendukung kegiatan usaha. Persoalan di lapangan perlu dikenali agar dapat menjadi dasar peningkatan pelayanan.

Melalui evaluasi berkelanjutan, Pemkab Bogor berharap koperasi mampu tumbuh mandiri.

(yum/yum)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini

Hide Ads