Kota Bandung, Jawa Barat, tak hanya dikenal dengan wisata kuliner dan bangunan bersejarahnya. Kota Kembang ini juga disebut sebagai Kota Kreatif karena didukung oleh kekuatan karakter masyarakatnya, sejarah panjang sebagai pusat seni dan mode, serta pengakuan resmi dari dunia internasional.
Salah satu seni yang banyak temukan di Kota Bandung adalah mural yang merupakan karya seni berupa lukisan atau gambar yang dibuat pada dinding maupun permukaan bangunan.
Seni mural tidak hanya mempercantik ruang publik, tetapi juga menjadi media untuk menyampaikan cerita dan identitas suatu kawasan, dan Kota Bandung memiliki sejumlah sudut kota yang dihiasi mural dengan beragam tema.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagi detikers yang ingin menikmati wisata seni sekaligus mencari spot foto menarik, berikut sejumlah lokasi mural di Bandung yang bisa dijelajahi.
1. Kampung Kreatif Dago Pojok
Perjalanan berburu mural bisa dimulai dari Kampung Kreatif Dago Pojok, yang berada di kawasan Jalan Dago Pojok, Kecamatan Coblong, Kota Bandung.
Berbeda dengan mural yang hanya ditemukan pada satu dinding panjang, karya seni di Dago Pojok tersebar di sejumlah gang dan dinding rumah warga. Beragam lukisan dengan karakter ekspresif membuat lorong permukiman terlihat lebih berwarna.
Dago Pojok juga dikenal sebagai kawasan yang mengembangkan aktivitas seni dan budaya bersama masyarakat. Selain mural dan lukisan dinding, detikers dapat mengenal berbagai kegiatan kreatif, termasuk kesenian tradisional Sunda dan aktivitas sanggar seni.
Perpaduan seni visual dengan kehidupan warga menjadi daya tarik tersendiri. Kawasan ini tidak hanya menawarkan latar foto, tetapi juga memperlihatkan bagaimana kreativitas dapat tumbuh di lingkungan permukiman.
Detikers bisa menyusuri gang dengan berjalan kaki, sebaiknya datang pada pagi hari ketika udara masih relatif sejuk dan aktivitas belum terlalu padat. Tetap perhatikan kenyamanan warga karena kawasan tersebut merupakan lingkungan tempat tinggal.
2. Kawasan Braga dan Gang Cikapundung
Mahasiswa melukis mural di Gang Cikapundung, Braga, Bandung, Jawa Barat, Selasa (30/7/2024). Mahasiswa dan dosen jurusan DKV Universitas Pasundan menghias Gang Cikapundung di Kawasan Wisata Braga dengan mural yang bertemakan kebudayaan dan sejarah guna memberikan daya tarik baru yang diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisata ke kawasan tersebut. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/aww. Foto: ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI |
Dari Dago Pojok, perjalanan dapat dilanjutkan menuju kawasan Braga di pusat Kota Bandung. Kawasan ini dikenal dengan bangunan-bangunan lama, suasana jalan yang khas, serta beragam tempat kuliner.
Namun, daya tarik Braga tidak hanya berada di jalan utamanya. Di Gang Cikapundung RW 08, Kelurahan Braga, terdapat mural bertema sejarah dan kebudayaan yang memperkaya tampilan kawasan.
Visual yang berkaitan dengan sejarah dan identitas Braga membuat mural ini menarik untuk dilihat saat berjalan kaki. Pengunjung juga bisa menggabungkan kunjungan dengan wisata sejarah dan kuliner di sekitar Braga.
Saat menjelajahi gang, detikers perlu memperhatikan aktivitas warga dan pengguna jalan. Tidak semua sudut permukiman merupakan area khusus wisata, sehingga penting untuk menjaga ketertiban dan tidak menghalangi akses rumah.
3. Kampung Cibunut Berwarna
Perbandingan mural Asian Games dan Kampung Cibunut. Foto: Dok. detikcom |
Setelah menjelajahi Braga, perjalanan dapat diteruskan menuju Kampung Cibunut Berwarna di RW 07, Kelurahan Kebon Pisang, Kecamatan Sumur Bandung, Kota Bandung. Kawasan ini dikenal dengan rumah-rumah berwarna serta lukisan yang menghiasi sejumlah dinding permukiman.
Salah satu ciri menariknya adalah penggunaan warna berbeda untuk menandai lingkungan RT, sehingga kawasan terlihat lebih beragam sekaligus terstruktur. Hal ini tumbuh dari semangat gotong royong masyarakat dalam menjaga kebersihan dan niat memperindah kawasan tempat tinggal mereka.
Mural dan pengecatan rumah menjadi bagian dari identitas visual kampung ini, di sejumlah sudut, pesan mengenai kolaborasi dan kepedulian terhadap lingkungan turut memperkuat karakter kawasan.
Bagi detikers yang ingin berburu foto, Cibunut Berwarna bisa menjadi alternatif wisata lokal. Detikers tetap perlu menjaga kebersihan, tidak menghalangi akses rumah, serta meminta izin sebelum memotret warga atau bagian rumah secara dekat.
4. Tembok Mural Jalan Lodaya
Dari kawasan pusat kota, detikers bisa melanjutkan perjalanan ke Jalan Lodaya, Bandung Selatan. Di sini terdapat mural bertema olahraga yang menjadi salah satu daya tarik visual di kawasan tersebut.
Mural ini memiliki panjang sekitar 100 meter dan tinggi 3 meter yang dibuat oleh seniman John Martono atau Kapten John, bersama timnya selama 12 hari dan diresmikan pada 29 April 2025.
Tema olahraga menjadi daya tarik utama mural ini. Berbagai cabang olahraga, seperti sepak bola, bulu tangkis, dan bersepeda, dituangkan dalam rangkaian visual yang dinamis.
Perpaduan warna cerah membuat dinding tersebut tampil lebih hidup di tengah aktivitas perkotaan, keberadaan trotoar di sekitarnya juga memberi kesempatan bagi pejalan kaki untuk menikmati karya seni dari dekat.
Detikers bisa menjadikan Jalan Lodaya sebagai tujuan untuk melihat bagaimana dinding yang sebelumnya dipenuhi coretan vandalisme diubah menjadi karya seni publik.
5. Flyover Antapani atau Jembatan Pelangi
Hampir Rampung, Begini Tampilan Unik Flyover Antapani Bandung Foto: Avitia Nurmatari/detikcom |
Titik terakhir dalam rute ini adalah Flyover Antapani, yang berada di kawasan timur Kota Bandung. Jembatan yang dikenal dengan sebutan Jembatan Pelangi ini memiliki tampilan visual berbeda berkat desain artistik warna-warni pada bagian struktur betonnya.
Perpaduan bentuk geometris dan warna yang beragam memberikan kesan seperti mozaik berukuran besar, sentuhan artistik tersebut membuat flyover tampil mencolok dibandingkan jembatan jalan raya pada umumnya.
Keberadaan elemen seni pada infrastruktur kota memperlihatkan bagaimana ruang publik dapat memiliki nilai estetika selain fungsi utamanya sebagai jalur transportasi.
Bagi detikers yang ingin melihatnya, karena kawasan ini berada di persimpangan yang ramai, nikmati pemandangannya dari area trotoar atau titik aman di bawah jembatan.
(yum/yum)



