Menepis Stigma Transportasi Bandung Lewat Feeder Metro Jabar

Nedzar Rabbany El Haq - detikJabar
Jumat, 16 Okt 2026 10:30 WIB
Angkot Feeder Metro Jabar Trans. (Foto: Istimewa)
Bandung -

Kota Bandung tak hanya identik dengan pesona wisata dan kulinernya, tetapi juga kemacetan lalu lintasnya yang kerap menguji kesabaran. Di tengah padatnya jalanan tersebut, beredar anggapan bahwa transportasi umum di Kota Bandung itu jelek.

Namun, stigma miring tersebut ternyata tidak sepenuhnya benar. Saat ini, ada transportasi umum modern yang mengaspal di jalanan Kota Kembang, yakni angkot Feeder Metro Jabar Trans. Kehadirannya memberikan warna baru bagi mobilitas warga dengan fasilitas yang jauh berbeda dari angkot pada umumnya.

Bebas Repot Tanpa Uang Tunai

Berbeda dengan angkutan kota konvensional, angkot feeder ini telah mengadopsi sistem pembayaran non-tunai. Penumpang tidak perlu lagi merogoh saku mencari uang pas.

Pembayaran dapat dilakukan dengan mudah, yakni cukup dengan menempelkan kartu uang elektronik atau melalui pindai kode QRIS pada mesin khusus di dalam armada.

Urusan harga, tarif yang dipatok juga sangat transparan dan ramah di kantong. Terdapat dua jenis harga, yakni mulai dari Rp2.000 untuk tarif khusus, dan Rp4.900 untuk tarif umum.

Rute Strategis dan Fasilitas Nyaman

Bagi warga yang ingin bepergian, saat ini Feeder 2 (FD-2) melayani rute perjalanan dari Halte Plaza Telkom Rajawali hingga Kiaracondong, maupun untuk arah sebaliknya. Tidak hanya itu, berdasarkan informasi dari laman resmi Dishub Provinsi Jawa Barat, layanan ini juga mengoperasikan armada Feeder 1 (FD-1) yang melayani rute perjalanan dari Simpang Samsat Soekarno Hatta (Kiaracondong) menuju kawasan Pasar Baru ABC.

Kedua jalur ini terbilang sangat strategis karena membelah berbagai titik penting mobilitas di Kota Bandung. Khusus untuk armada FD-2, sepanjang perjalanan penumpang akan diajak melintasi kawasan padat seperti Stasiun Bandung, Pasar Baru, Alun-alun, hingga Trans Studio Mall.

Tidak hanya rutenya yang fungsional, kondisi di dalam angkot ini juga dirancang untuk memanjakan penumpang. Armadanya dipastikan nyaman, bersih, dan aman. Bahkan, demi memberikan keamanan ekstra bagi penumpangnya, bagian dalam angkot telah dilengkapi dengan kamera pengawas atau CCTV.

Kemudahan bagi Generasi Z

Kepraktisan yang ditawarkan oleh Feeder Metro Jabar Trans ini mendapat respons yang sangat positif dari masyarakat pengguna, salah satunya adalah Shabiya, seorang warga Bandung. Ia mengaku sangat menyukai transportasi ini karena sistem operasionalnya yang teratur.

"Naik feeder itu ngejangkau titik-titik atau halte-halte yang memang sejalur atau searah dengan kantor aku," ujar Shabiya.

Sebagai perwakilan kaum Generasi Z (Gen Z) yang terkadang jarang membawa uang tunai (cash) di dalam dompet, sistem pembayaran digital angkot ini dirasa sangat mempermudah kesehariannya. "Bikin mempermudah karena bisa scan pakai QRIS dan e-money," kata Shabiya menambahkan kelengkapan fasilitas pembayaran tersebut.

Pantau Langsung Lewat Aplikasi

Di balik segala kenyamanan tersebut, ada satu aturan penting yang harus dipatuhi oleh setiap calon penumpang: angkot feeder ini tidak bisa menaikkan atau menurunkan penumpang sembarangan. Kamu hanya diperbolehkan naik dan turun di halte-halte yang memang sudah ditentukan.

Meski begitu, penumpang tidak perlu kebingungan mencari lokasi halte. Semuanya dibuat makin mudah dengan kehadiran aplikasi Metro Jabar Trans. Melalui aplikasi yang isinya sudah lengkap tersebut, pengguna bisa mengecek lokasi halte, melihat rute perjalanan, hingga melacak (tracking) posisi armada angkot secara real-time.

Dengan segala fasilitas modern, keamanan, serta kemudahan sistem digital yang ditawarkan, angkot ini perlahan mematahkan stigma buruk soal kendaraan umum di Bandung di tengah kemacetannya.




(orb/orb)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork